Makna Puasa Ramadhan Dari Sisi Kesehatan Dan Ibadah, Simak Yuk!

KARTINI – Bulan Ramadhan merupakan bulan dinantikan oleh semua umat Islam, karena bulan ini adalah bulan yang penuh keberkahan, dimana setiap ibadah dan amal kebaikan dijanjikan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah, bahkan syaetan yang menjadi salah satu pembisik manusia beribadah dibelenggu khusus di bulan penuh berkah ini.

Jadi manusia hanya diuji dari hawa nafsunya sendiri agar bisa kembali bertakwa kepada Allah. Bulan Ramadhan juga merupakan waktu untuk latihan kedisplinan diri dan penyehatan jiwa raga dan waktu untuk mengembalikan semangat ketakwaan kepada Allah, yang telah menciptakan alam semesta.

Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, umat Islam, khususnya mereka yang mengaku beriman, diwajibkan berpuasa sebagai salah satu rukun Islam. Lalu apa apa makna dari puasa? Diwajibkannya Puasa di bulan Ramadhan itu lebih dari perintah menahan lapar dan haus, namun perintah ini memiliki makna yang jauh lebih luas baik secara spiritual, sosial, maupun kesehatan fisik.

Berikut ini penulis rangkumkan dari berbagai sumber, mengenai makna Puasa di bulan Ramadhan, yaitu antara lain:

  • Puasa Ramadhan adalah salah satu cara efektif untuk menggapai derajat Takwa: Puasa mendidik ketaatan dengan menjauhi larangan Allah dan melaksanakan perintah-Nya, yang mengantarkan pada derajat takwa.
  • Pelatihan untuk Taqorrub (Mendekatkan Diri) kepada Allah: Meninggalkan hal-hal yang disukai (makan/minum) karena ketaatan dan mengharap pahala.
  • Pendidikan Sabar dan Latihan Kejujuran.
    Puasa mengandung unsur sabar, baik sabar dalam ketaatan, sabar meninggalkan yang haram, menghindari perilaku buruk, sabar menahan lapar dan haus, sehingga pahalanya tak terbatas. Semua dilakukan dengan ikhlas karena Allah, tanpa ada yang tahu kecuali diri sendiri dan Allah.

Di bulan Ramadhan kita melatih keyakinan merasakan diawasi Allah meskipun tidak ada manusia yang melihat, sehingga melatih integritas.

Melatih jiwa Ikhlas dan mengejar Ampunan dari Allah. Puasa melatih keikhlasan memurnikan ibadah hanya untuk Allah, yang diharapkan akan mendapatkan pengampunan dosa-dosa yang telah lalu.

Pembersih Jiwa dan Lisan
Puasa yang benar menahan diri dari kata-kata kotor, sia-sia, dan maksiat, bukan hanya menahan makan minum. Puasa adalah latihan untuk membersihkan hati dari sifat-sifat negatif seperti sombong, iri, amarah, lisan yang kotor atau menggunjing dan nafsu yang berlebihan.

Sarana Introspeksi dan Perbaikan Diri
Ramadhan sering disebut sebagai bulan evaluasi. Dalam kondisi menahan diri, seseorang diberi kesempatan untuk memperbaiki kebiasaan buruk, meningkatkan ibadah, dan memperbanyak amal kebaikan. Dengan menahan diri dari kebiasaan buruk, seseorang muslim juga pada dasarnya sedang melatih pengendalian diri dan memperbaiki kualitas dirinya untuk menghadapi masa depannya.

Berikut ini adalah rangkuman mengenai keuntungan menjalankan ibadah Puasa Ramadhan bagi seorang muslim, yaitu antara lain:

Keuntungan Bagi Rohani (spiritual)
Puasa dapat meningkatkan Ketakwaan. Puasa membantu seseorang lebih fokus beribadah, memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, dan melakukan amal saleh. Semua ini memperdalam hubungan spiritual dengan Allah.

Puasa merupakan cara pembersihan Dosa. Ramadhan disebut sebagai bulan penuh ampunan. Seseorang yang berpuasa dengan iman dan penuh harapan pahala akan dihapus dosa-dosanya yang telah lalu.

Puasa melatih Kepekaan Sosial. Dengan merasakan lapar, seseorang lebih memahami kondisi saudara-saudara yang kurang mampu. Hal ini menumbuhkan empati dan mendorong keinginan untuk berbagi, bersedekah, menyantuni yatim dan lainnya.

Keuntungan bagi Kesehatan

Detoksifikasi Alami. melakukan pembersihan dari racun, memperbaiki sel-sel, serta meningkatkan fungsi organ.

Menurunkan Berat Badan dan Mengontrol Nafsu Makan. Puasa membiasakan tubuh untuk lebih teratur dalam pola makan dan mengurangi makan berlebihan.

Meningkatkan Metabolisme dan Sistem Pencernaan. Sistem pencernaan yang “diistirahatkan” dapat kembali bekerja lebih optimal setelah berbuka.

Meningkatkan Kesehatan Mental. Puasa terbukti membantu menurunkan stres, menenangkan pikiran, dan meningkatkan suasana hati melalui peningkatan hormon serotonin.

Keuntungan Sosial dan Emosional

Membentuk kedisiplinan. Puasa melatih kedisiplinan waktu, seperti mengatur sahur, buka puasa, dan menjalankan ibadah tepat waktu.

Meningkatkan Kebiasaan Baik. Berbagi, bersedekah, dan saling membantu menjadi rutinitas yang akhirnya bisa terus dibawa ke bulan-bulan berikutnya.

Mempererat Hubungan Silaturahim dan ukhuwah islamiyah. Bulan Ramadhan adalah momen berkumpul, seperti saat sahur, buka puasa, dan tarawih bersama keluarga dan sesama muslim.

Dari semua keuntungan di atas, yang paling utama dari target keuntungan melakukan puasa di bulan Ramadhan (dengan syarat ikhlas karena Allah dan hanya mengharap keridhoan Allah semata) adalah seseorang muslim tersebut akan memperoleh derajat takwa, yang balasan bagi orang bertakwa adalah surga dari Allah.

Apabila seseorang muslim berniat ikhlas dalam puasanya, niscaya nikmat dunia akan datang dengan sendirinya tanpa dia cari-cari. Allah subhanahu wata.ala berfirman: “Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.” (QS. Asy Syuraa: 20).

Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda: “Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk hina padanya. Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.” (HR. Ibnu Majah).

Nikmat (keuntungan) kesehatan bagi yang berpuasa, pada dasarnya hanya hikmah ikutan saja dari melakukan puasa, dan bukan tujuan keuntungan utama yang dicari-cari. Maka, hendaklah muslim meniatkan puasanya untuk mendapatkan hikmah syar’i terlebih dahulu dan janganlah dia berpuasa hanya untuk mengharapkan nikmat sehat semata.

Karena jika niat puasanya hanya untuk mencapai kenikmatan dan kemaslahan duniawi (sehat dan hubungan sosial), maka pahala melimpah di sisi Allah bisa hilang walaupun dia akan mendapatkan nikmat dunia atau nikmat sehat yang dia cari-cari.

Puasa Ramadhan bukan hanya ibadah wajib bagi umat Islam, tetapi juga sarana untuk memperbaiki diri dan untuk kembali menjadi muslim yang bertakwa. Mereka yang menjalankan puasa dengan benar tidak hanya mendapatkan pahala berlipat dan meningkatkan ketakwaan, tetapi akan mendapatkan hikmah manfaat peningkatan kualitas iman, kedispilinan beribadah, makin bersyukur, memperbanyak dzikir dan semakin dekat kepada Allah. Hikmah ini diharapkan akan terbawa dan menjadikan seorang muslim terbiasa taat di luar bulan Ramadhan.

Demikianlah rangkuman makna dan hikmah keuntungan dibalik perintah ibadah puasa Ramadhan. Dengan memahami makna serta keuntungan tersebut, tak heran jika para salafus shaleh dan kita semua yang mengikutinya sangatlah merindukan bertemu kembali dengan bulan Ramadhan agar memperoleh hikmah-hikmah yang ada di dalamnya.

Mari kita manfaatkan waktu terbaik bulan Ramadhan ini untuk beribadah dengan ikhlas karena Allah, dan semoga Allah menerima ibadah puasa kita dan dapat mempertemukan kita kembali dengan bulan bulan Ramadhan di tahun tahun berikutnya. Aamiin.

Oleh : Riki Irfan ST Msi (Dosen Universitas Islam Al-Ihya Kuningan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *