Kepemimpinan Visioner Dr. Wahyu Hidayah Antar Kuningan Catat Lonjakan Surplus Beras
KARTINI (Kuningan) – Di tengah tekanan perubahan iklim dan tantangan ketahanan pangan nasional, kepemimpinan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., justru menghadirkan capaian yang kian menguat. Di bawah arahannya, Kabupaten Kuningan mencatat lonjakan surplus beras signifikan dalam dua tahun terakhir.
Data menunjukkan surplus beras daerah mencapai 93 ribu ton pada 2024, meningkat menjadi 120 ribu ton pada 2025. Untuk 2026, Dr. Wahyu menargetkan kenaikan kembali sebesar 10 persen dari capaian tahun sebelumnya—sebuah target yang mencerminkan optimisme berbasis perhitungan dan pengalaman lapangan.

Dalam momentum serah terima jabatan pejabat pengawas eselon IV di Aula Dinas, Rabu (25/2/2026), Dr. Wahyu menegaskan bahwa keberhasilan tersebut bukanlah kebetulan, melainkan hasil konsistensi strategi dan penguatan tata kelola organisasi.
“Jabatan boleh berganti, tetapi komitmen terhadap ketahanan pangan tidak boleh melemah. Justru dengan regenerasi kepemimpinan, target surplus harus semakin kuat dan terukur,” tegasnya.
Di bawah kepemimpinannya, kebijakan pertanian tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada stabilitas pasokan dan perlindungan petani. Penguatan manajemen irigasi, pengawalan masa tanam, optimalisasi luas tambah tanam, serta perlindungan usaha tani menjadi pilar utama strategi yang dijalankan.

Dr. Wahyu dikenal mendorong pola kerja berbasis data dan respons cepat terhadap dinamika lapangan. Ia menempatkan pejabat pengawas sebagai simpul strategis yang memastikan setiap kebijakan berjalan efektif hingga tingkat petani. Pendekatan ini dinilai menjadi faktor kunci di balik konsistensi surplus yang terus meningkat.
Tak hanya menjaga tren produksi, ia juga mengarahkan agar kontribusi Kuningan semakin signifikan sebagai salah satu lumbung pangan di wilayah timur Jawa Barat. Dengan proyeksi kenaikan surplus pada 2026, daerah ini diposisikan semakin strategis dalam mendukung stabilitas pangan regional.
“Tiga hal yang harus kita pegang adalah berpikir besar, bertindak cepat, dan memastikan setiap program selesai dengan kualitas terbaik. Tantangan harus dijawab dengan inovasi dan kolaborasi,” ujarnya.
Keberhasilan ini sekaligus mempertegas peran kepemimpinan yang adaptif dan progresif dalam menghadapi tantangan sektor pertanian. Di tangan Dr. Wahyu Hidayah, sektor pertanian Kuningan tidak hanya bertahan, tetapi terus tumbuh dan menunjukkan daya saing yang semakin kuat dalam mendukung ketahanan pangan berkelanjutan. (vr)










