Pangkas Makelar Pangan, GPM ‘DIRAHMATI’ Kuningan Hubungkan Petani Langsung ke Dapur Warga

KARTINI (Kuningan) – Pemerintah Kabupaten Kuningan meluncurkan strategi baru untuk meredam gejolak harga menjelang Iduladha 1447 H. Melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) bertajuk DIRAHMATI (Diskon Harga Hemat Tahan Inflasi), pemerintah tidak hanya sekadar memberi subsidi, tetapi memangkas rantai distribusi pangan yang panjang agar harga lebih adil bagi petani dan konsumen.

Program yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian ini mengedepankan keterlibatan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) dan pelaku usaha lokal. Tujuannya jelas: memastikan produk petani terserap optimal tanpa melalui banyak tangan perantara yang sering kali memicu kenaikan harga di tingkat pasar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menjelaskan bahwa GPM DIRAHMATI adalah bentuk intervensi pasar yang strategis untuk menjaga keseimbangan pasokan.

“Kami ingin rantai distribusi lebih pendek sehingga produk petani lokal terserap optimal, sementara masyarakat memperoleh harga yang lebih adil dan kompetitif,” ungkap Wahyu.

Dengan memendekkan jarak antara ladang dan dapur warga, pemerintah daerah mampu menekan harga komoditas strategis—seperti beras Gapoktan, daging sapi, ayam, cabai, hingga sayuran segar—agar tetap di bawah harga pasar tanpa merugikan para produsen asal.

Gerakan ini akan berlangsung secara maraton selama satu pekan penuh mulai pukul 09.00 WIB. Rangkaian aksi dimulai dari Desa Jalatrang, Kecamatan Cilebak pada Senin (18/5/2026), kemudian berlanjut ke Desa Bangunjaya, Kecamatan Subang pada Selasa (19/5/2026).

Memasuki tengah pekan, tim akan menyapa warga Desa Pancalang pada Rabu (20/5/2026), disusul kunjungan ke Desa Ciangir, Kecamatan Cibingbin pada Kamis (21/5/2026). Menjelang penutupan, GPM akan hadir di Desa Citapen, Kecamatan Hantara pada Jumat (22/5/2026) dan berakhir di Desa Linggasana, Kecamatan Cilimus pada Sabtu (23/5/2026).

Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menegaskan bahwa menjaga ketahanan pangan adalah prioritas dalam visi Kabupaten Kuningan MELESAT. Baginya, pemerintah tidak boleh absen saat masyarakat menghadapi tantangan ekonomi di hari besar keagamaan.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan, tapi soal keterjangkauan. Intervensi pemerintah harus nyata dan langsung dirasakan di meja makan masyarakat agar mereka bisa menyambut Iduladha dengan tenang,” tegas Bupati Dian.

Ia optimistis, dengan memendekkan distribusi dan memperkuat ekosistem pangan lokal, inflasi daerah dapat terkendali sekaligus memperkuat daya beli masyarakat hingga ke tingkat desa. (vr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *