Kolaborasi BAZNAS dan RS Juanda Hadirkan Senyum bagi Mualaf dan Dhuafa
KARTINI (Kuningan) – Di tengah riuhnya notifikasi media sosial dan derasnya arus informasi digital yang seringkali membuat masyarakat abai terhadap lingkungan sekitar, sebuah pemandangan kontras tersaji di Kelurahan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Rabu (13/5/2026).
Ratusan warga, mulai dari mualaf hingga masyarakat kurang mampu, berkumpul bukan untuk gawai mereka, melainkan untuk merasakan hangatnya kebersamaan dalam gelaran “BAZNAS Berbagi Bersama Mustahik”. Acara ini menjadi bukti bahwa di era teknologi, sentuhan kemanusiaan secara langsung tetap tidak tergantikan.

Pemandangan paling menyentuh terlihat saat program Sajian Berkah BAZNAS berlangsung. Tidak ada sekat antara pejabat dan rakyat; sebanyak 1.000 mustahik duduk bersama untuk menikmati hidangan yang disiapkan langsung dari Kendaraan Dapur Umum BAZNAS Tanggap Bencana.
Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., bahkan turut meninjau dapur umum dan mencicipi masakan tersebut bersama warga. Baginya, momen ini adalah simbol kembalinya nilai luhur masyarakat Kuningan yang mulai tergerus zaman.

“Yang saya harapkan, di tengah hiruk-pikuk kemajuan teknologi informasi dan media sosial, masih ada rasa empati, masih ada keinginan berbagi, dan masih ada sifat gotong royong di Kabupaten Kuningan,” ujar Bupati Dian dalam sambutannya yang reflektif.
Kolaborasi ini tidak hanya mengenyangkan perut, tetapi juga memperhatikan raga dan jiwa. Rumah Sakit Juanda turut ambil bagian dengan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi warga yang hadir. Sementara itu, bagi 100 mualaf yang hadir, tersedia ruang tausiyah dan pemberian paket sembako sebagai bentuk dukungan moral dan material.

Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, Drs. H.R. Yayan Sofyan, MM, menegaskan bahwa aksi ini adalah manifestasi nyata dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang transparan. “Ini adalah semangat gotong royong yang kita transformasikan menjadi program konkret untuk membantu mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.
Bupati Dian menilai keberadaan BAZNAS sangat strategis dalam mendukung pemerintah mengentaskan kemiskinan. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat. Ia mendorong pengelolaan ZIS yang akuntabel agar kesadaran warga untuk berbagi terus meningkat.
Kegiatan ini diakhiri dengan peninjauan fasilitas kebencanaan oleh jajaran Forkopimcam dan tokoh masyarakat. Melalui momentum di Cigugur ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan mengirimkan pesan kuat, bahwa kemajuan teknologi haruslah dibarengi dengan kemajuan hati. Kesejahteraan yang harmonis dan berkeadilan hanya bisa dicapai jika masyarakatnya tetap memilih untuk peduli, sesibuk apa pun dunia digital mereka. (vr)***










