Bukan Hadiah, 158 Kepala Sekolah Baru Kuningan Langsung Ditantang Target Bebas Gaptek dan Transparansi BOS

KARTINI (Kuningan) — Sebanyak 158 guru di Kabupaten Kuningan resmi menanggalkan status lamanya dan memikul tanggung jawab besar sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) jenjang TK, SD, dan SMP. Namun, alih-alih menjadi zona nyaman, jabatan baru ini datang dengan sederet target ketat: wajib melek digital, transparan kelola anggaran, dan bersih dari kasus bullying.

Penegasan beban kerja tersebut mengemuka saat Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, menyerahkan Surat Keputusan (SK) Penugasan di SMP Negeri 1 Jalaksana, Jumat (22/5/2026).

Bupati Dian secara blak-blakan mengingatkan bahwa status kepala sekolah saat ini bukan sekadar hadiah atau formalitas kenaikan pangkat, melainkan transformasi total menjadi seorang manajer yang akan diawasi ketat.

“Jabatan ini bukan hadiah, tetapi hasil dari dedikasi, loyalitas, kompetensi, kapasitas, dan integritas yang selama ini ditunjukkan. Sekarang sudah ada transformasi dari seorang guru menjadi seorang pemimpin dan manajer sekolah,” tegas Dian di hadapan para pejabat daerah dan undangan yang hadir.

Dalam arahannya, Pemerintah Kabupaten Kuningan menetapkan tiga poin kritis yang menjadi indikator keberhasilan 158 kepala sekolah baru ini:

  • Nol Toleransi untuk Gagap Teknologi (Gaptek): Di tengah percepatan digitalisasi, kepala sekolah dituntut memimpin inovasi berbasis digital. Bupati menegaskan tidak ingin ada lagi kepala sekolah di Kuningan yang tertinggal dalam hal teknologi.
  • Raport Bersih Pengelolaan Dana BOS: Kepsek baru diwajibkan mengelola Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara transparan dan akuntabel guna menutup celah penyimpangan anggaran.
  • Sekolah Bebas Kekerasan: Menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang ramah anak, sekaligus memastikan wilayahnya bersih dari tindakan perundungan (bullying) dan kekerasan fisik maupun verbal.

Sebagai “kompas moral” di lingkungan pendidikan, integritas dan keteladanan para kepala sekolah baru ini akan langsung diuji sejak hari pertama mereka menjabat. Pemkab Kuningan berharap, ketegasan di awal masa jabatan ini mampu memacu percepatan mutu pendidikan demi mewujudkan generasi unggul menuju Kuningan Maju. (vr)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *