Modal Nol Rupiah APBD, Pemkab Kuningan Sukses Satukan Ribuan Bobotoh dalam Selebrasi Juara Persib

KARTINI (Kuningan) — Pesta rakyat menyambut gelar juara Persib Bandung di Kabupaten Kuningan sukses digelar tanpa membebani keuangan daerah. Acara Nonton Bareng (Nobar) akbar BRI Super League 2026 yang menyedot ribuan massa di Lapangan Pandapa Paramarta pada Sabtu (23/5/2026) sore tersebut murni didanai melalui skema sponsor dan kolaborasi.

Langkah taktis Pemkab Kuningan yang menggandeng Bank BJB dan Bank Kuningan ini menjadi bukti bahwa ruang hiburan publik yang masif tetap bisa disajikan secara gratis tanpa menyentuh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., secara terbuka menyampaikan apresiasinya atas sinergi sektor perbankan yang mau mendanai fasilitas videotron raksasa berukuran 8 x 3 meter demi memuaskan dahaga juara para pencinta sepak bola di Kuningan.

“Terima kasih BJB dan Bank Kuningan atas sponsornya. Kegiatan ini tanpa APBD,” tegas Bupati Dian di tengah kerumunan massa.

Selain efisiensi anggaran, sudut pandang kesuksesan acara ini juga terlihat dari kedewasaan sikap ribuan Bobotoh. Kendati Lapangan Pandapa Paramarta berubah menjadi lautan biru dan sempat diguyur hujan, massa tetap tertib mengikuti instruksi jajaran Forkopimda.

Bupati Dian, Wakil Bupati Tuti Andriani, dan Sekda Uu Kusmana bahkan ikut lesehan tanpa alas di tanah, membaur bersama suporter untuk mengirimkan pesan kesetaraan dan perdamaian.

Ada tiga indikator utama yang membuat nobar non-APBD ini dinilai sukses besar:

  • Fasilitas Publik Aman: Tidak ada perusakan fasilitas negara atau daerah sepanjang acara hingga peluit panjang dibunyikan dengan hasil imbang 0-0 melawan Persijap Jepara.
  • Konvoi yang Terkendali: Euforia tidak berujung pada tindakan anarkis. Bupati dan jajaran manajemen sponsor bahkan ikut turun langsung dalam konvoi kendaraan untuk mengawal ketertiban di jalan raya.
  • marwah Kota Terjaga: Bobotoh Kuningan berhasil membuktikan diri sebagai basis suporter yang matang, mampu merayakan hat-trick juara Persib dengan cara yang damai dan menghormati pengguna jalan lain.

Melalui event ini, Pemkab Kuningan tidak hanya berhasil memberikan ruang hiburan yang aman bagi warganya, tetapi juga memberikan cetak biru (blueprint) bahwa kegiatan publik berskala besar bisa berjalan mandiri, kondusif, dan efisien secara anggaran. (vr)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *