Kreatif dan Ramah Lingkungan, Desa Cinagara Manfaatkan Daun Jati dan Tali Bambu Sebagai Pembungkus Daging Qurban.

KARTINI (Lebakwangi)– Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah) selalu menjadi momentum besar umat Muslim untuk mengenang ketaatan luar biasa Nabi Ibrahim AS dan keikhlasan Nabi Ismail AS. Lebih dari sekadar ibadah, perayaan ini juga menjadi simbol kepedulian sosial melalui pembagian daging qurban kepada masyarakat.

Semangat kepedulian dan kebersamaan tersebut terlihat jelas dalam perayaan Idul Adha 1447 H/ 27 Mei 2026 M di Dusun Puhun, Desa Cinagara, Kecamatan Lebakwangi. Pada tahun ini, panitia qurban setempat menyembelih 1 ekor sapi dan 14 ekor kambing. Prosesi pemotongan hewan qurban tersebut dipusatkan di halaman Musholla Al-Fata, Dusun Puhun.

Ada hal menarik dan berbeda yang dipelopori oleh panitia qurban Dusun Puhun dalam proses distribusi. Jika biasanya daging qurban dibagikan menggunakan kantong plastik, panitia kali ini memilih kembali ke alam dengan memanfaatkan daun jati, daun kelapa, serta tali yang terbuat dari bambu sebagai pengikat.

“Penggunaan daun jati ini jauh lebih ekonomis dibandingkan plastik yang harganya cenderung lebih mahal. Selain ramah lingkungan karena mudah terurai, daun jati juga punya kelebihan bisa menjaga daging tetap segar dan efektif menyerap bau amis,” ujar H. Kusmad, S.Ag, M.Si., selaku Ketua panitia qurban.

Inisiatif menggunakan pembungkus alami ini tidak hanya sekadar upaya menjaga lingkungan, tetapi juga menjadi refleksi dari kesederhanaan dan kemurnian ibadah itu sendiri.

Dengan memadukan kearifan lokal dan semangat syariat, perayaan Idul Adha di Dusun Puhun tahun ini membuktikan bahwa ketaatan kepada Sang Pencipta dapat berjalan selaras dengan tanggung jawab menjaga kelestarian bumi.

Harapannya, tradisi positif ini dapat terus dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam melaksanakan pemotongan hewan qurban yang lebih higienis, hemat, dan ekologis di masa depan.

Langkah hijau yang diambil oleh warga Desa Cinagara ini menuai apresiasi karena dinilai mampu mengurangi sampah plastik yang biasanya menumpuk pasca-lebaran qurban.

Melalui momentum Idul Adha ini, warga berharap esensi dari qurban—yaitu mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial, serta menumbuhkan semangat untuk selalu bersyukur dan berbagi kepada sesama—dapat tertanam kuat di hati masyarakat. (vr)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *