Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Berita/Kekerasan Terhadap Perempuan Bertambah, Ika Minta Perlindungan Hukumnya Terus Diperkuat
BeritaPendidikan

Kekerasan Terhadap Perempuan Bertambah, Ika Minta Perlindungan Hukumnya Terus Diperkuat

By admin_kartini
Juni 28, 2026
0

KARTINI (Kuningan) – Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Ika Siti Rahmatika merasa prihatin terhadap kekerasan perempuan yang terus meningkat, dan perlindungan hukumnya harus terus diperkuat.

Ika yang membidangi sebagai Wakil Ketua Bidang Kebencanaan, Kesehatan, Perempuan dan Anak DPD PDIP Jawa Barat itu menyoroti sejumlah kasus yang belakangan menjadi perhatian publik, mulai dari dugaan penyekapan dan kekerasan terhadap YTR oleh Taufik Hidayat hingga dugaan penganiayaan terhadap perempuan berprofesi sebagai caddy golf di Kelapa Indah, Kota Tangerang, Banten.

Menurut Ika, munculnya kasus-kasus tersebut menjadi alarm bersama bahwa perlindungan terhadap perempuan harus terus diperkuat. Ia meminta aparat penegak hukum mengawal seluruh proses hukum agar korban memperoleh keadilan.

“Bagaimanapun kami sebagai perempuan tidak mau seperti itu. Kami ingin bagaimana kasus ini terus dikawal. Perempuan di Jawa Barat tentunya harus dilindungi, bukan malah mendapatkan siksaan ataupun sekapan,” ujar Ika saat memberikan keterangan di Kabupaten Kuningan, pada Minggu 28 Juni 2026.

Ia menegaskan, segala bentuk kekerasan terhadap perempuan merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Apabila seseorang terbukti melakukan tindak pidana, menurutnya, hukuman harus diberikan secara tegas sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Kalau memang terbukti melakukan kekerasan, tentu harus diberikan hukuman seberat-beratnya sesuai dengan ketentuan hukum. Jangan sampai kejadian seperti ini dianggap hal biasa, karena dampaknya sangat besar bagi korban,” tegasnya.

Ika juga menilai, persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan fenomena gunung es. Banyak kasus yang belum muncul ke permukaan karena korban masih takut, malu, maupun mendapat tekanan dari lingkungan sekitar.

“Kasus kekerasan ini seperti fenomena gunung es. Yang terlihat baru sebagian kecil, sementara bisa jadi masih banyak korban lain yang belum berani berbicara,” katanya.

Karena itu, Ika mengajak masyarakat, khususnya perempuan yang menjadi korban kekerasan, untuk tidak takut menyampaikan kejadian yang dialami. Menurutnya, keberanian korban untuk bersuara menjadi langkah penting agar kasus dapat ditangani dan tidak terus berulang.

“Kami mengajak masyarakat, terutama para korban, jangan takut untuk speak up. Jangan merasa sendiri. Ketika ada kekerasan, harus berani mencari bantuan dan melapor, karena ada lembaga serta pihak-pihak yang siap memberikan pendampingan,” ungkapnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga perlindungan perempuan, serta masyarakat dapat semakin kuat dalam mencegah dan menangani kasus kekerasan.

“Saya tahu bagaimana kondisi kekerasan di kabupaten-kabupaten. Mudah-mudahan ke depan program-program yang kami miliki bisa bersinergi dengan dinas terkait, sehingga perempuan di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Kuningan, dapat benar-benar terlindungi,”tutup Hj. Ika. (kh) **

Author

admin_kartini

Other Articles
Previous

Perkuat Ekosistem Kreatif, FSBL Ciremai 2026 Sukses Satukan Lintas Komunitas di Kuningan

Next

Deklarasi 100 Masjid Ramah Anak, Strategi Kuningan Jinakkan Candu Gawai hingga Tawuran

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho