Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Berita/Momen Hari Anak Merdeka, Chandra “Anak-Anak Adalah Juara Dengan Caranya Masing-Masing”
BeritaPendidikan

Momen Hari Anak Merdeka, Chandra “Anak-Anak Adalah Juara Dengan Caranya Masing-Masing”

By admin_kartini
Agustus 22, 2026
0

KARTINI (Kuningan) – Setiap anak adalah juara dengan caranya masing-masing. Keberagaman bukan hanya soal agama, budaya dan identitas. Akan tetapi, anak-anak juga memiliki keberagaman kecerdasan, bakat dan cara berekspresi.

Demikian pesan yang disampaikan Ketua III Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Prof. Dr. Chandra Setiawan, MM., Ph.D., di momen Hari Anak Merdeka yang digelar di Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat, pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Ia menegaskan, Hari Anak Merdeka di Cigugur dirancang bukan sebagai kompetisi yang menghasilkan juara dan pecundang, melainkan sebagai ruang ekspresi dan perjumpaan lintas perbedaan. Karena itu, pendidikan kerukunan harus dimulai dari pengalaman sehari-hari anak.

“Bermain bersama, belajar bersama, berkarya bersama dan menghargai kemampuan masing-masing. Anak adalah juara dengan caranya masing-masing. Keberagaman bukan hanya soal agama, budaya dan identitas. Anak-anak juga memiliki keberagaman kecerdasan, bakat dan cara berekspresi,” ujar Chandra.

Hari Anak Merdeka itu sendiri diikuti sebanyak 502 pelajar dengan 94 pendamping dari 35 sekolah. Mereka berkumpul di Paseban, Cigugur, dalam perayaan Hari Anak Merdeka, dengan mengusung tema “Rukun Sama Teman”.

Kegiatan yang digagas ICRP bersama Yayasan Tri Mulya Triwikrama tersebut tidak menempatkan anak sekadar sebagai peserta atau penonton. Anak-anak diberi ruang untuk menjadi pelaku utama, mulai dari menyambut tamu, memimpin kegiatan, berdoa, berolahraga, memainkan musik, menari, mengikuti flashmob, mengisi pertunjukan, hingga memperkenalkan berbagai kecerdasan yang mereka miliki.

Semangat itu tercermin sejak pagi. Anak-anak menyambut kedatangan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Atip Latipulhayat, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. serta Ketua III ICRP Prof. Dr. Chandra Setiawan. Para tamu kemudian dijemput dengan Tarian Pangbage dari Sanggar Keris Paramenak yang dibawakan anak-anak.

Pembukaan juga menghadirkan doa dari anak-anak lintas iman, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta dan doa bersama untuk Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti agar mendapatkan jalan pemulihan terbaik, serta keprihatinan atas korban gempa Nusa Tenggara Timur.

Anak Bukan Objek, Tetapi Subjek

Ketua Panitia Hari Anak Merdeka 2026, Susilowati, yang juga Kepala SMP Tri Mulya, mengatakan sejak awal panitia memang sengaja memberikan porsi yang lebih besar kepada anak-anak.

Bagi panitia, keberhasilan kegiatan bukan diukur dari seberapa megah acara berlangsung, tetapi dari seberapa jauh anak memperoleh pengalaman untuk berpartisipasi secara bermakna.

“Mereka berlatih selama berminggu-minggu untuk menghafalkan Ikrar Pelajar Indonesia, mempersiapkan Senam Anak Indonesia Hebat, berlatih Flashmob “Rukun Sama Teman”, membuat instrumen angklung, hingga menyiapkan berbagai karya dan pertunjukan. Hari ini adalah hari kalian, “papar Susilowati.

Pesan mengenai penghargaan terhadap keunikan setiap anak diperkuat juga Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat. Saat menyapa anak-anak, Atip tidak hanya memberikan pidato. Ia berdialog langsung dengan mereka, menanyakan minat, kemampuan, dan cita-cita.

“Tidak ada anak-anak yang bodoh. Tidak ada. Hanya berbeda bentuknya. Setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda. Karena itu, tugas sekolah bukan menyeragamkan anak, melainkan mengembangkan kecerdasan yang sudah mereka miliki. Semuanya pintar. Tidak ada yang tidak pintar, “papar Arip penuh semangat.

Sementara itu, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., mengingatkan bahwa anak tidak sekadar penerus pembangunan, tetapi merupakan pemilik masa depan.

Karena itu, menurutnya, pembangunan daerah harus memberi ruang agar anak tumbuh aman, bahagia, berkarakter, berbudaya, berani bermimpi, berekspresi dan berkarya.

Acara tersebut nampak penuh keakraban dan kebersamaan. Semangat kebersamaan juga terlihat dari kehadiran komunitas adat AKUR Sunda Wiwitan yang turut memperkuat pesan persahabatan dan gotong royong. Gerakan Rukun Sama Teman diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan menjadikan nilai persahabatan serta gotong royong sebagai DNA bangsa.

Acara tersebut ternyata mendapat respon yang bagus dari berbagai pihak termasuk dukungan sponsor dari Kino Indonesia, Kapal Api Group, Garudafood, Tanoto Foundation, Artha Graha Peduli. Juga didukung oleh Persekutuan Gereja-gereja Indonesia, Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, Masyarakat AKUR Sunda Wiwitan, dan Majelis Nasional Bahai Indonesia. (kh)***

Author

admin_kartini

Other Articles
Previous

Didukung Banpem Kemendikdasmen 2026, TBM Pustaka Redila Sukses Gelar Pelatihan Pidato dan Jalin Sinergi Bersama Disarsipus

Next

Garis Depan Gerakan Sosial, Ketika Komunitas Ambil Alih Peran yang Luput dari Birokrasi

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho