Warga Desa Sumurwiru Sambut Gembira Kick Off Perbaikan Jalan Kuningan 2025

KARTINI – Senyum lega terlihat dari wajah warga Desa Sumurwiru, Kecamatan Cibeureum, saat Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., meluncurkan Kick Off Perbaikan Jalan dan Jembatan Tahun 2025 di desa mereka, Senin (22/9/2025). Setelah lebih dari satu dekade menanti, impian memiliki akses jalan mulus akhirnya menjadi kenyataan.
Aan (44), salah satu warga, mengaku bersyukur jalan di desanya kini diperbaiki.

“Setelah sekitar 10 tahun menunggu, akhirnya jalan mulai diperbaiki. Dengan jalan mulus, aktivitas lebih lancar, dari antar anak sekolah sampai ke pasar,” ujarnya, diamini Salsa (45), warga lainnya.

Program ini mendapat sambutan antusias karena dianggap akan memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Jalan yang layak bukan hanya mempermudah aktivitas harian, tetapi juga meningkatkan konektivitas desa, memperlancar ekonomi, hingga mendukung akses pendidikan dan kesehatan.

Bupati Dian dalam apel pagi yang digelar di halaman Kantor Desa Sumurwiru menyebut pembangunan jalan sebagai urat nadi kehidupan masyarakat. Tahun ini Pemkab Kuningan mengalokasikan Rp58,2 miliar untuk perbaikan jalan—naik sepuluh kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Anggaran tersebut digunakan memperbaiki 126 titik jalan kabupaten sepanjang 86 km, 22 titik jalan poros desa sepanjang 7,21 km, serta pembangunan 250 paket jalan lingkungan.

“Ini kerja nyata, bukan sekadar janji. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaat pembangunan,” tegasnya.

Selain perbaikan, Bupati juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam merawat infrastruktur yang sudah dibangun. Desa yang aktif menjaga aset akan diprioritaskan dalam anggaran berikutnya.

Dengan program besar ini, warga berharap roda perekonomian desa semakin bergairah. Jalan yang mulus diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga membuka peluang baru bagi usaha kecil, perdagangan, dan pariwisata lokal.

Apel Kick Off tersebut diikuti jajaran pejabat Pemkab, camat, kepala desa, dan masyarakat setempat. Kehadirannya menjadi bukti bahwa pembangunan yang berawal dari desa mampu menyatukan pemerintah dan rakyat dalam satu tujuan: menjadikan Kuningan lebih tangguh dan sejahtera. (vr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *