Rp74 Miliar THR ASN Kuningan Siap Cair, Pemerintah Dorong Perputaran Belanja ke UMKM Lokal
KARTINI (Kuningan) – Pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kuningan tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi pemenuhan hak pegawai, tetapi juga mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat menjelang Idul Fitri.
Pemerintah Kabupaten Kuningan menyiapkan anggaran sekitar Rp74 miliar untuk pembayaran THR atau gaji ke-14 bagi ASN. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kuningan, H. Deden Kurniawan Sopandi, menyampaikan bahwa pembayaran THR ditargetkan mulai direalisasikan pada 12 hingga 13 Maret 2026.
Setelah itu, pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) diharapkan dapat menyusul sekitar tanggal 14 Maret. Dengan jadwal tersebut, seluruh ASN diharapkan sudah menerima haknya sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Deden menjelaskan, anggaran THR tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui Dana Alokasi Umum (DAU). Berbeda dengan beberapa program bantuan lainnya, dana untuk THR ASN daerah tidak mendapatkan penyaluran khusus dari pemerintah pusat karena sudah menjadi bagian dari skema DAU yang digunakan untuk pembayaran gaji pegawai.
Menurutnya, tahun ini pemerintah daerah menghadapi tantangan dalam pengelolaan arus kas. Hal tersebut disebabkan oleh Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada akhir Maret, sehingga pemerintah daerah hanya memiliki waktu sekitar tiga bulan, yakni Januari hingga Maret, untuk menyisihkan sisa dana dari pembayaran gaji ASN.
“Karena waktunya cukup singkat, pengelolaan cashflow harus dilakukan dengan sangat ketat agar kebutuhan pembayaran THR tetap terpenuhi tanpa mengganggu program pembangunan daerah,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).
Dari total Rp74 miliar tersebut, sekitar Rp61 miliar dialokasikan untuk pembayaran THR bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) penuh waktu. Sementara itu, Rp10,5 miliar digunakan untuk pembayaran TPP bagi PNS dan PPPK penuh waktu, serta Rp2,5 miliar untuk THR bagi PPPK paruh waktu.
Meski kebutuhan anggaran cukup besar, Pemerintah Kabupaten Kuningan memastikan kondisi keuangan daerah tetap stabil. Berbagai program dan kegiatan pemerintahan tetap berjalan tanpa harus mengambil pinjaman jangka pendek untuk menutup kebutuhan pembayaran THR.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga mengajak para ASN agar memanfaatkan dana THR dengan berbelanja di pelaku usaha lokal. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menggerakkan sektor usaha kecil dan menengah di Kabupaten Kuningan menjelang Idul Fitri.
“Dengan berbelanja di UMKM lokal, perputaran ekonomi masyarakat dapat meningkat sehingga manfaat THR tidak hanya dirasakan ASN, tetapi juga pelaku usaha di daerah,” ungkap Deden.
Ia pun menyampaikan ucapan selamat menyambut Idul Fitri kepada seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan, seraya berharap momentum hari raya dapat membawa keberkahan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (vr)










