Ngopi Sore #3 Sekolah Linimasa, Rayakan Kreativitas Anak Bangsa Lewat Peluncuran Buku dan Demonstrasi Aplikasi

KARTINI (Kuningan) – Sekolah Linimasa kembali sukses menggelar kegiatan rutin “Ngopi Sore”, yang kini memasuki edisi ketiga dengan tajuk “NOLIKASA: Nongkrong Lihat Karya Anak Bangsa”. Acara yang berlangsung hangat di area outdoor Sekolah Linimasa ini menjadi panggung inspiratif bagi kreativitas dan potensi unik setiap peserta didik, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus yayasan, komite sekolah, wali murid, serta tamu undangan lainnya yang antusias menyaksikan hasil karya para siswa.

Memberi Nilai Lebih pada Karya Siswa

“Ngopi Sore adalah komitmen kami untuk menciptakan ruang diskusi yang santai namun bermakna,” ujar Ryan Ginanjar, Pembina OSIS SMP Linimasa. Ia menjelaskan bahwa setiap edisi memiliki fokus yang berbeda. Jika edisi pertama membahas perubahan iklim dan edisi kedua fokus pada sosialisasi sekolah, maka edisi ketiga ini memiliki misi khusus.

“Kami memiliki visi agar karya anak-anak tidak hanya berakhir di meja guru untuk dinilai, lalu terlupakan. Kami ingin setiap karya memiliki value (nilai) yang berkelanjutan dan dapat dinikmati serta diapresiasi oleh masyarakat luas,” tegas Ryan.

Literasi dan Teknologi Dua Sayap Kreativitas

Acara Nolikasa #3 dimeriahkan oleh dua agenda utama. Pertama adalah peluncuran buku antologi cerpen karya peserta didik. Buku ini menjadi bukti nyata kemampuan literasi dan imajinasi anak-anak Linimasa yang luar biasa.

Tiffani Kautsar, Dosen Bahasa dan Sastra Uniku yang hadir sebagai narasumber, mengaku terpukau. “Imajinasi dan orisinalitas dalam buku ini adalah bukti bahwa literasi memiliki kekuatan untuk mengubah dunia. Melalui cerpen, siswa belajar menuangkan ide dan pengalaman mereka menjadi sesuatu yang bernyawa,” ungkapnya.

Senada dengan Tiffani, Nayla Aina Naika, Duta Baca Kuningan 2026 yang turut hadir, memberikan respons positif. Ia menilai langkah Sekolah Linimasa dalam membukukan karya siswa adalah terobosan besar untuk memotivasi generasi muda agar mencintai dunia tulis-menulis.

Agenda kedua yang tak kalah mencuri perhatian adalah demonstrasi aplikasi sederhana. Aplikasi ini dirancang oleh siswa yang mengambil peminatan teknologi, membuktikan bahwa Sekolah Linimasa berhasil membekali muridnya dengan keterampilan abad ke-21 yang sangat relevan.

Filosofi Linimasa dan Perkembangan Sekolah

Dalam sambutannya, Unang Lukmanulhakim, Pengurus Yayasan Keluarga AS Putra, menyampaikan rasa bangganya. Beliau menjelaskan filosofi di balik nama sekolah. “Linimasa adalah singkatan dari Linuwih, Linuhung, Nitimangsa. Maknanya adalah proses mengolah potensi unik setiap individu menuju sikap luhur yang bertahap sesuai perkembangan manusia. Kami melihat filosofi ini benar-benar hidup dalam setiap kegiatan hari ini.”

Kepala Sekolah SMP Linimasa, Mia Nurul Aida, juga memaparkan perjalanan sekolah yang kini terus berkembang. Berdiri sejak 2018 dimulai dengan jenjang SD, Sekolah Linimasa akhirnya mendirikan jenjang SMP pada tahun 2025 atas permintaan besar dari orang tua siswa. Saat ini, SD Linimasa telah memiliki 104 murid, sementara SMP Linimasa memulai langkahnya dengan angkatan pertama sebanyak 19 murid.

“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk ikut berdiskusi dan mengapresiasi karya-karya luar biasa dari generasi masa depan ini di Sekolah Linimasa,” tutup Mia.

Acara dimeriahkan juga oleh penampilan tari dan nyanyi persembahan siswa-siswi SD dan SMP Linimasa. Selain itu Acara Nolikasa #3 tidak hanya menjadi ajang unjuk karya, tetapi juga sarana sosialisasi bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat visi dan misi unik yang diusung oleh Sekolah Linimasa. (vr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *