Jemaat Muslim Ahmadiyah Bagikan 3.000 Kantong Daging Kurban
KARTINI (Kuningan) – Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di lingkungan Jemaat Muslim Ahmadiyah Manislor, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, berlangsung dengan penuh khidmat dan kebersamaan.
Momentum ini selain dimaknai sebagai pelaksanaan ibadah kurban, tetapi juga sebagai sarana memperkuat nilai kemanusiaan, solidaritas, serta pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mewujudkan ketakwaan melalui ketaatan kepada perintah Allah Ta’ala.
Dalam khutbah Idul Adha yang disampaikan di Masjid An-Nur, jamaah diingatkan bahwa pelajaran terbesar dari peristiwa kurban bukan terletak pada penyembelihan semata, melainkan pada kesiapan hati untuk mengorbankan hal yang dicintai demi meraih ridha Allah Ta’ala (Keikhlasan). Nilai ini menjadi relevan bagi setiap Muslim di setiap zaman.
Usai pelaksanaan Salat Id, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban yang dilakukan secara gotong royong oleh panitia dari anggota jemaat. Tahun ini, Anggota Jemaat Muslim Ahmadiyah Manislor tahun ini, berkorban sebanyak 9 ekor sapi dan 149 ekor kambing yang didistribusikan sekitar kurang lebih 3.000 kantong daging kurban. Distribusi dilakukan kepada warga sekitar, masyarakat yang membutuhkan, serta berbagai pihak tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan.
Ketua pelaksana, Nedi Nendra, menyampaikan bahwa pelaksanaan kurban tahun ini merupakan bentuk nyata dari semangat berbagi dan pengabdian dari anggota kepada masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari Salat Id hingga distribusi daging kurban, dilaksanakan secara tertib, merata, dan tepat sasaran.
“Perayaan Idul Adha di Jemaat Muslim Ahmadiyah Manislor menjadi refleksi nilai perdamaian, toleransi, dan kepedulian sosial yang terus dijaga. Melalui semangat kurban, jemaat berharap dapat memperkuat harmoni sosial serta membangun kehidupan yang damai dan inklusif di tengah keberagaman,”ujar Nedi.
Melalui perayaan ini, seluruh jemaat didorong untuk menjadi pribadi yang lebih ikhlas, peduli, dan taat kepada Allah Ta’ala sebagai wujud nyata dari makna pengorbanan. (rls) ***










