Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Berita/Hibar Budaya Kopi Hawwu Jadikan “Saujana Kartini” Ruang Narasi Perempuan yang Tak Terlihat
BeritaSosial Ekonomi

Hibar Budaya Kopi Hawwu Jadikan “Saujana Kartini” Ruang Narasi Perempuan yang Tak Terlihat

By admin_kartini
April 22, 2026
0

KARTINI (Kuningan) – Yayasan Hibar Budaya melalui unit Kopi Hawwu membuktikan diri bukan sekadar entitas bisnis atau budaya biasa, melainkan komunitas yang peduli pada setiap jengkal momen bersejarah, termasuk perjuangan para perempuan yang sering kali luput dari pandangan publik.

Melalui talkshow yang dilaksanakan pada Selasa (21/4/2026),  bertajuk “Saujana Kartini: Merawat Harapan, Mengukir Peran Perempuan Kuningan”, Yayasan Hibar Budaya sengaja menciptakan ruang di mana “perjuangan yang tidak terlihat” mendapatkan panggungnya. Bagi banyak perempuan di Kuningan, hidup bukan sekadar perayaan, melainkan upaya terus-menerus untuk bertahan, beradaptasi, dan melangkah meski di tengah keterbatasan yang menghimpit.

Ketua Yayasan Hibar Budaya, Kang Tulang, menegaskan bahwa acara ini merupakan bentuk penghormatan bagi mereka yang memikul beban ganda namun tetap tegak berdiri.

“Mungkin kita laki-laki terlihat kuat, tapi sejatinya perempuan jauh lebih kuat dan hebat. Tanpa perempuan, kita tidak akan ada di sini hari ini,” ungkapnya . Ia menekankan bahwa peran domestik dan kontribusi nyata perempuan dalam mencari nafkah adalah heroisme keseharian yang luar biasa.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, yang hadir sebagai pembicara utama, mengapresiasi inisiatif komunitas ini. Ia menyoroti realita lapangan di mana banyak perempuan harus berjuang sendiri sebagai tulang punggung keluarga setelah kehilangan pasangan hidup. Menurutnya, keberanian untuk melangkah di tengah keterbatasan adalah esensi Kartini masa kini.

Diskusi yang berlangsung hangat di Kopi Hawwu ini tak sekadar menjadi seremoni tahunan. Dengan tema “Memandang Luas Realita dan Memutus Ketimpangan Perempuan”, forum ini menjadi tempat curahan hati sekaligus solusi bagi berbagai isu krusial di Kuningan, seperti beban ganda  antara peran domestik dan tuntutan publik.

Selain itu masih sulitnya membangun  ekonomi perempuan yang  disampaikan oleh Ketua IWAPI Kuningan, Hj. Nurhayati dan Rika Parliani mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan. Literasi Perubahan, pentingnya adaptasi teknologi dan zaman yang ditekankan oleh Vera Verawati (Ketua Forum TBM Kuningan) ditambah kebingungan dalam mencari perlindungan hukum seperti yang disampaiakan Regita Febiyani.

Kehadiran tokoh-tokoh seperti Listianti Kahfiana (Founder Listi Project) dan perwakilan Bank Indonesia Cirebon semakin memperkuat posisi Yayasan Hibar Budaya dalam menjembatani dialog antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat bawah. Kegiatan ini dihadiri berbagai komunitas

Acara ini mengirimkan pesan kuat bahwa di Kuningan, Kartini tidak lagi hanya dikenang melalui kebaya, melainkan melalui ruang-ruang diskusi terbuka seperti yang diinisiasi oleh Kopi Hawwu. Karena pada akhirnya, perubahan besar selalu lahir dari keberanian kecil untuk tetap melangkah, bersuara, dan mengambil peran, sekecil apa pun itu. (vr)***

Tags:

Hari Kartini 2026Hj. NurhayatiKepala Pwl BI CirebonSaujana kartiniWabup Kuningan
Author

admin_kartini

Other Articles
Previous

Mela Maulani, Kartini Pengumpul Barang Bekas yang Menggetarkan Hati Wakil Bupati Kuningan.

Next

Ironi Pengangguran Lulusan Tinggi, Kuningan Ditantang Geser Fokus Vokasi ke Kearifan Lokal

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho