Pegiat Literasi Kuningan Adakan Tasyakuran Peluncuran Buku “Jejak Pegiat Literasi Kuningan”
KARTINI (Kuningan) – Akhir pekan, Sabtu–Minggu (8–9 November), bertempat di TBM Naga Banjaran Desa jabranti, menjadi momen penuh makna dan haru bagi para pegiat literasi di Kuningan. Dalam suasana hangat kegiatan Tasyakuran atas peluncuran buku Jejak Pegiat Literasi Kuningan, hadir kejutan istimewa—kedatangan perwakilan teman-teman pejuang literasi Kuningan yang datang secara khusus untuk ikut merayakan pencapaian bersama ini.
Buku Jejak Pegiat Literasi Kuningan merupakan antologi praktik baik dari 30 pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Kabupaten Kuningan. Buku ini lahir dari semangat kolaborasi dan dedikasi para penggerak literasi yang tak pernah lelah menebar cahaya pengetahuan di berbagai pelosok desa.

Dalam kegiatan yang juga menjadi bagian dari Hajatan Literasi bersama TBM Hipapelnis Kuningan ini, suasana tasyakuran dipenuhi rasa syukur, kehangatan, dan kejutan yang mengharu biru, saat menceritakan perjalanan panjang para pengelola TBM menjaga api literasi tetap menyala, meski dengan segala keterbatasan. Hadir pada kesempatan tersebut relawan Sekolah Alam Wangsakerta Kabupaten Cirebon.
“Tidak pernah menyangka teman-teman dari berbagai penjuru Kuningan datang langsung memberi semangat. Ini benar-benar kejutan yang luar biasa,” ungkap Jaenal Mutakin, M.Pd,, Founder TBM Hipapelnis selaku penyelenggara Hajatan Literasi.

Kehadiran para pegiat literasi itu menjadi simbol kuat bahwa perjuangan literasi tidak berjalan sendiri. Ada jejaring, ada dukungan, dan ada cinta yang terus tumbuh di antara mereka. Tasyakuran ini pun menjadi bukan sekadar perayaan atas terbitnya sebuah buku, tetapi juga perayaan atas persaudaraan, kegigihan, dan harapan yang terus hidup di hati para penggerak literasi Kuningan. (vr)










