Dorong Literasi Inklusif, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kuningan Gelar Workshop di Empat Titik Lokus
KARTINI (Kuningan) — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kabupaten Kuningan sukses melaksanakan Workshop Pengembangan Literasi Berbasis Inklusi Sosial di empat titik lokasi berbeda selama bulan Oktober hingga November 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan literasi masyarakat sekaligus mengembangkan kreativitas berbasis inklusi sosial di tingkat desa.
Empat titik pelaksanaan workshop tersebut meliputi TBM An-Nur Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur (27–28 Oktober), Aula Kecamatan Luragung (5–6 November), Perpustakaan Desa Pasayangan (8–9 November), serta Aula Kecamatan Kramatmulya (10–11 November).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kuningan, Drs. H. Nurahim, M.Si., yang juga turut menutup rangkaian workshop di titik terakhir. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya mengembangkan literasi yang tidak hanya berfokus pada membaca dan menulis, tetapi juga mendorong keterampilan, kreativitas, serta pemberdayaan masyarakat.
“Melalui literasi berbasis inklusi sosial, kita berharap masyarakat tidak hanya mampu membaca buku, tetapi juga bisa mengembangkan potensi diri dan ekonomi kreatif yang lahir dari kegiatan literasi,” ujar Nurahim.

Selama dua hari di setiap lokasi, peserta mendapatkan dua jenis pelatihan utama, yaitu pelatihan teknik mendongeng oleh Nurdanila (Kampung Dongeng Kuningan) serta kreasi makrame (seni simpul tali) oleh Siti Syarifah (Rumah Kreasi Salma) .
Materi-materi ini dirancang agar peserta—khususnya pengelola perpustakaan desa, pengelola taman baca, dan komunitas literasi yang tersebar di empat lokus —dapat mengembangkan kemampuan komunikasi, daya imajinasi, serta keterampilan tangan yang bernilai ekonomi.
Salah satu peserta, Piping Rismaya dari Perpustakaan Desa Pajambon, menyampaikan apresiasi dan kesannya terhadap kegiatan ini.

“Workshop ini sangat bermanfaat, karena kami tidak hanya belajar cara mendongeng yang menarik untuk anak-anak, tapi juga mendapat keterampilan baru seperti membuat makramé yang bisa dijadikan produk ekonomi kreatif. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ungkapnya.
Peserta lain juga merasakan manfaat serupa, terutama dalam hal peningkatan kepercayaan diri, kemampuan berinteraksi sosial, serta peluang untuk mengembangkan kegiatan literasi di lingkungan masing-masing.
Dengan terselenggaranya workshop di empat titik lokus ini, diharapkan semangat literasi di Kabupaten Kuningan semakin tumbuh dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk kelompok-kelompok yang selama ini kurang terlibat dalam kegiatan literasi. (vr)










