Perpustakaan Nasional & Forum TBM Gelar “Fasilitasi Penggerak Literasi”
KARTINI (Bandung) — Sebanyak lebih dari 60 peserta dari berbagai komunitas literasi di seluruh Jawa Barat menghadiri kegiatan “Fasilitasi Penggerak Literasi” yang diadakan oleh Perpustakaan Nasional bekerja sama dengan Forum TBM. Acara berlangsung selama dua hari, pada 4–5 Desember 2025, bertempat di El Hotel, Bandung.
Mengusung tema “Penguatan Kolaborasi serta Pelaksanaan Program Peningkatan Budaya Baca dan Literasi Masyarakat”, kegiatan ini bertujuan memperkuat jaringan antar komunitas dan meningkatkan kapasitas para penggerak literasi di tingkat akar rumput.

Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Barat Drs. Kusmana Hartadji, MM., sekaligus dihadiri oleh Deputi Pengembangan Perpustakaan Nasional, Dr. Adin Bondar, M.Si, Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca, Nurhadi,S.Sos. Dalam sambutannya, Kepala Dinas menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan komunitas lokal untuk memperkuat budaya baca di masyarakat.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi fasilitasi — mulai dari pelatihan pengelolaan perpustakaan komunitas hingga strategi menyosialisasikan program membaca di lingkungan lokal. Banyak komunitas menyatakan bahwa pelatihan ini sangat membantu dalam merancang program baca yang relevan dengan kondisi masing-masing daerah. Mewakili Kabupaten Kuningan, dua penggerak literasi yakni Vera Verawati (TBM Pondok Kata RZ) dan H. Jaenal Mutakin (TBM Hipapelnis).

Menurut ketua Forum TBM Provinsi Jawa Barat, Aam Siti Aminah, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum regenerasi penggerak literasi.
“Dengan pelatihan dan jejaring yang kuat, kami berharap komunitas literasi bisa lebih mandiri dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan “Fasilitasi Penggerak Literasi” diharapkan membuka jalan bagi lahirnya program literasi berbasis komunitas yang berkelanjutan di seluruh Jawa Barat — bukan hanya sebagai ajang pertemuan, tetapi juga sebagai fondasi nyata untuk meningkatkan kompetensi literasi dan kecintaan membaca di masyarakat.(vr)










