Ridha “Melalui AKSI, Tidak Ada Sekolah Yang Berjalan Sendiri-Sendiri”.

KARTINI (Kuningan) – Sosok kepala sekolah yang satu ini cukup piawai, kapabel, dan humble sehingga mampu membawa perubahan sekolah yang dipimpinnya. Tidak salah, jika ia dipercaya untuk menjadikan sekolah-sekolah di Kuningan bangga dan percaya diri sejajar dengan sekolah maju, modern dan pavorit.

Ia adalah Ridha Jaya Buana S.Pd M.Pd, Kepala SMAN 1 Kadugede Kab. Kuningan yang mendapat amanah menjadi Ketua Dewan Pengurus Cabang Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (DPC AKSI) Kabupaten Kuningan masa bhakti 2026-2030.

Dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang begitu kompleks, dari mulai transformasi digital, perkembangan karakter generasi sampai tantangan mutu pendidikan. Untuk itu, Ridha berkomitmen akan menjalin kerja sama lintas jenjang dan lintas sektoral sehingga terbangun komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan saat ini.

“Kami meyakini bahwa dalam pengelolaan pendidikan tidak boleh ada dikotomi antar sekolah maupun antar jenjang pendidikan. Tidak boleh ada sekat antara sekolah negeri dan swasta. Tidak boleh ada perbedaan cara pandang antara jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, maupun pendidikan lainnya. Semua adalah bagian penting dalam ekosistem pendidikan yang saling menguatkan dan saling melengkapi,”ujarnya.

Atas kondisi tersebut, AKSI Kabupaten Kuningan hadir untuk membangun semangat kebersamaan, kolaborasi, dan saling mendukung demi terciptanya kualitas pendidikan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan.

Ridha menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak dapat dicapai secara parsial. Pendidikan harus dibangun melalui sinergi seluruh elemen, baik pemerintah daerah, dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, pengawas, dunia usaha, organisasi profesi, perguruan tinggi, maupun masyarakat.

“AKSI kedepan harus menjadi ruang bersama untuk berbagi praktik baik, memperkuat kompetensi kepemimpinan sekolah, membangun inovasi pendidikan, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta mempererat solidaritas antar kepala sekolah di Kabupaten Kuningan, “tandas kepala sekolah yang dipavoritkan para siswa itu.

Dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Karena itu, kepala sekolah tidak hanya dituntut menjadi administrator, tetapi juga harus mampu menjadi pemimpin pembelajaran, agen perubahan, dan penggerak inovasi di lingkungan sekolah masing-masing.

Terus menekankan pentingnya pendidikan karakter di tengah derasnya pengaruh teknologi dan media sosial. Ia mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual harus diimbangi dengan akhlak, sopan santun, dan moralitas yang baik.

“Melalui organisasi aksi ini, kami berharap lahir budaya kolaboratif antar kepala sekolah sehingga tidak ada lagi sekolah yang berjalan sendiri-sendiri. Yang kuat membantu yang belum kuat, yang maju mendampingi yang sedang berkembang, sehingga kemajuan pendidikan dapat dirasakan secara merata. Jangan Sampai Murid Sudah Bermain AI, Kepsek Masih Bingung Membuka PDF, “imbuhnya. (kh) ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *