64 Penyuluh Pertanian Beralih Wilayah, Diskatan Kuningan Pastikan Keberlanjutan Layanan bagi Petani

KARTINI (Kuningan) – Alih tugas sebanyak 64 Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian Daerah (THLTBPPD) Kabupaten Kuningan ke wilayah Cirebon, Ciamis, dan Majalengka menandai babak baru dalam sistem penyuluhan pertanian lintas daerah. Perpindahan ini seiring dengan perubahan status kepegawaian para penyuluh yang kini resmi menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Penyuluh Pertanian.

Momentum pelepasan yang berlangsung pada Selasa (30/12/2025), di Otaku Coffee and Roastery Kramatmulya Kuningan, tidak hanya menjadi ajang perpisahan, tetapi juga refleksi atas dinamika pelayanan penyuluhan pertanian yang terus beradaptasi dengan kebijakan nasional.

Selama bertugas di Kabupaten Kuningan, para penyuluh tersebut berperan penting dalam mendampingi petani di tingkat lapangan, mulai dari penerapan teknologi budidaya, penguatan kelembagaan tani, hingga peningkatan produktivitas pertanian. Keberangkatan mereka meninggalkan jejak pengabdian yang dirasakan langsung oleh para petani binaan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si, menegaskan bahwa alih tugas ini merupakan bagian dari penataan sumber daya manusia penyuluhan secara regional. Menurutnya, meski terjadi perpindahan personel, pelayanan penyuluhan pertanian di Kabupaten Kuningan tetap menjadi prioritas melalui penguatan koordinasi dan penyesuaian penugasan penyuluh yang ada.

“Mobilitas penyuluh adalah keniscayaan dalam sistem yang terus berkembang. Yang terpenting, petani tetap mendapatkan pendampingan yang optimal, sementara para penyuluh dapat mengembangkan pengabdiannya di wilayah baru,” ujarnya.

Pelantikan 64 penyuluh sebagai PPPK Paruh Waktu yang dilaksanakan di Bandung pada 19 Desember 2025 menjadi pengakuan atas kapasitas dan pengalaman mereka selama ini. Dengan status baru tersebut, para penyuluh diharapkan mampu membawa praktik-praktik baik yang telah diterapkan di Kuningan ke daerah penugasan baru, sekaligus memperkuat jejaring penyuluhan antarwilayah.

Kegiatan pelepasan ditutup dengan doa bersama dan pesan kebersamaan, sebagai simbol bahwa meski wilayah tugas berubah, semangat pengabdian di sektor pertanian tetap satu tujuan: mendukung petani dan menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan. (vr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *