Investasi Rp150 Miliar Masuk Cihirup, Warga Diminta Cermat Awasi Dampak Lingkungan

KARTINI (Kuningan) – Rencana pembangunan 20 kandang ayam sistem closed house oleh PT New Hope Farm Indonesia di Blok Cibeulut, Desa Cihirup, Kecamatan Ciawigebang, resmi disosialisasikan di Aula Desa Cihirup. Di balik nilai investasi yang disebut mencapai lebih dari Rp150 miliar, perhatian publik kini tertuju pada sejauh mana pengawasan lingkungan dan keterlibatan warga benar-benar dijalankan.

Proyek ini menjadi yang ketiga di Kabupaten Kuningan setelah sebelumnya hadir di Desa Cikeusik dan Panyosogan. Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, menilai keberlanjutan investasi tersebut sebagai bukti bahwa daerah dinilai kondusif dan ramah bagi investor. Namun ia juga menegaskan bahwa seluruh tahapan perizinan, dokumen lingkungan, hingga persyaratan teknis wajib dipenuhi sebelum pembangunan fisik dimulai.

Pernyataan itu menjadi poin krusial. Sebab, proyek peternakan skala besar dengan populasi sekitar 160.000 ekor parent stock bukan sekadar urusan ekonomi, tetapi juga menyangkut daya dukung lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.

General Manager perusahaan, Wu Hui, memastikan sistem kandang tertutup modern yang digunakan diklaim mampu meminimalkan bau dan gangguan lalat. Model breeding parent stock yang dikembangkan, menurutnya, juga ditujukan untuk mendukung peternak kecil melalui penyediaan bibit ayam berkualitas.

Meski demikian, pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa keberhasilan sistem closed house sangat bergantung pada konsistensi pengelolaan limbah, kontrol ventilasi, serta pengawasan operasional jangka panjang. Tanpa pengawasan ketat dan transparansi data lingkungan, klaim minim dampak bisa menjadi perdebatan di kemudian hari.

Camat Ciawigebang, R. Didin Imam Reapdiantoro, mengimbau masyarakat menyampaikan aspirasi melalui mekanisme resmi agar persoalan dapat diselesaikan secara musyawarah. Ajakan ini membuka ruang partisipasi publik, namun efektivitasnya akan sangat ditentukan oleh keterbukaan informasi dari pihak perusahaan maupun pemerintah.

Sosialisasi ini menjadi langkah awal. Namun bagi warga Cihirup, pertanyaannya bukan hanya tentang besarnya investasi atau peluang kerja yang dijanjikan. Yang lebih penting adalah bagaimana memastikan proyek berjalan sesuai aturan, diawasi secara berkala, dan tidak meninggalkan persoalan lingkungan di masa depan.

Investasi boleh datang dan berkembang, tetapi kepercayaan publik hanya tumbuh jika komitmen pada aturan dan keberlanjutan benar-benar ditepati—bukan sekadar disampaikan dalam forum sosialisasi. (vr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *