Gebyar Ramadan Al-Mutawally, Pesantren Perkuat Iman dan Asah Kepedulian Sosial Santri
KARTINI (Kuningan) — Ramadan seharusnya tidak berhenti pada seremoni keagamaan semata. Dari Pesantren Terpadu Al-Mutawally, Kecamatan Cilimus, momentum bulan suci justru didorong menjadi gerakan nyata memperkuat kepedulian sosial. Pesan itulah yang mengemuka saat Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani membuka secara resmi kegiatan Gebyar Ramadan 1447 Hijriah di lingkungan pesantren tersebut, Jumat (6/3/2026).
Mengusung tema “Berlomba Berbagi Menggapai Ridho Ilahi di Bulan Nan Suci”, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin pesantren, tetapi juga ruang pembinaan karakter santri agar memiliki kepekaan sosial di tengah masyarakat.

Gebyar Ramadan di Pesantren Terpadu Al-Mutawally sendiri telah memasuki tahun keempat pelaksanaan. Rangkaian kegiatannya tidak hanya berisi aktivitas ibadah, tetapi juga kegiatan sosial yang melibatkan santri dan masyarakat sekitar.
Perwakilan pesantren menyampaikan, rangkaian kegiatan diawali dengan khotmul Qur’an, dilanjutkan dengan i’tikaf pada malam ke-21 Ramadan, santunan bagi anak yatim, piatu, dan dhuafa, serta ditutup dengan buka puasa bersama keluarga besar pesantren.
“Selain kegiatan ibadah, pesantren juga terus menggalang donasi untuk membantu para santri yang berasal dari latar belakang ekonomi berbeda, termasuk santri yatim dan dhuafa,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dihadiri Pengasuh Pesantren Terpadu Al-Mutawally KH. Nunung Abdullah Dunun, Direktur Pesantren Prof. KH. Didin Nurul Rosyidin, Camat Cilimus Ade Bunyamin, Kuwu Desa Bojong Nurul Komariyah, para tenaga pendidik, tokoh agama, serta para santri.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tuti Andriani menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat dalam integritas dan akhlak.
Menurutnya, sejak lama pesantren telah menjadi benteng moral masyarakat sekaligus pusat pendidikan karakter. “Dari pesantren lahir generasi yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki integritas dan kepemimpinan untuk masa depan bangsa,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan Gebyar Ramadan tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, tetapi mampu menumbuhkan semangat berbagi serta memperkuat kepedulian sosial di kalangan santri.
Pada acara tersebut Wakil Bupati Kuningan secara resmi membuka rangkaian Gebyar Ramadan 1447 Hijriah di Pesantren Terpadu Al-Mutawally. Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung sepanjang Ramadan, meliputi Khotmul Qur’an pada 6 Maret 2026, i’tikaf pada 10 Maret 2026, santunan yatim, piatu, dan dhuafa pada 11 Maret 2026, serta buka puasa bersama pada hari yang sama.
Di tengah suasana Ramadan, kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga pusat gerakan sosial yang mengajarkan arti berbagi secara nyata. (vr)










