Transformasi Pertanian Kuningan, Bupati Dian Dorong Modernisasi Lewat Inisiasi “Rumah Sayur”

KARTINI (Kuningan) – Pemerintah Kabupaten Kuningan mulai menyeriusi langkah transformasi sektor pertanian dari pola tradisional menuju ekosistem yang lebih modern dan terstandarisasi. Langkah ini ditegaskan oleh Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, saat menghadiri kegiatan Bazar Pangan Murah dan Segar yang digelar di depan Pendopo Kabupaten Kuningan, Minggu pagi (12/4/2026).

Kegiatan yang memanfaatkan momentum Car Free Day tersebut bukan sekadar pasar murah biasa, melainkan sebuah prakondisi (langkah awal) menuju terbentuknya “Rumah Sayur”. Sebuah proyek strategis yang dirancang untuk menjadi pusat integrasi antara teknologi pertanian, akses pasar, dan pembinaan petani lokal.

Dalam arahannya, Bupati Dian menekankan bahwa sektor pertanian adalah tulang punggung ekonomi Kuningan yang paling tangguh. Namun, untuk menghadapi dinamika pasar yang fluktuatif, digitalisasi dan standardisasi menjadi hal yang mutlak.

“Pertanian adalah sektor luar biasa yang menjaga stabilitas ekonomi kita. Namun, tantangan ke depan adalah bagaimana kita memanfaatkan teknologi. Ketika masyarakat, terutama generasi muda, memahami dan menggunakan teknologi pertanian dengan baik, maka sektor ini akan memberikan dampak kesejahteraan yang jauh lebih besar,” ujar Bupati Dian.

Beliau juga menambahkan bahwa produk yang dihasilkan petani lokal harus memiliki standar pengelolaan yang baik agar mampu bersaing dan lebih mudah terserap oleh pasar luas, tidak hanya di lingkup lokal tetapi juga nasional.

Kolaborasi Strategis dan Pendampingan Hulu-Hilir

Program Rumah Sayur ini merupakan buah sinergi antara Bagian Ekonomi dan SDA Setda Kuningan, Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU), serta PT Rumah Tani Nusantara. Kerja sama ini didesain secara simultan untuk menyentuh aspek-aspek krusial dalam pertanian:

  1. Akses Permodalan: Membantu petani mendapatkan dukungan finansial yang sehat.
  2. Pendampingan Teknis: Memberikan edukasi terkait tata cara tanam dan pengelolaan pasca-panen yang modern.
  3. Stabilitas Distribusi: Memastikan rantai pasok dari petani ke konsumen tetap terjaga demi mengendalikan inflasi daerah.

CEO dan Founder Rumah Tani Nusantara, Bahtiar, menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan petani lokal Kuningan dalam ekosistem ini. Menurutnya, Rumah Sayur akan menjadi wadah pemberdayaan yang memperkuat ekonomi daerah secara langsung.

Sebagai bentuk edukasi langsung kepada konsumen, Bazar Sayur Segar akan hadir secara rutin setiap hari Minggu pukul 06.00 hingga 09.00 WIB di depan Pendopo Kabupaten Kuningan.

Warga dapat memperoleh berbagai produk hasil bumi yang dipastikan segar dan berkualitas dengan harga yang sangat kompetitif. Ke depan, Bupati Dian berharap program ini akan terus berkembang hingga mampu menghadirkan Pasar Sayur permanen yang menjadi ikon inovasi pertanian di Kabupaten Kuningan.

“Mari kita manfaatkan momentum ini. Sambil berolahraga, masyarakat bisa melihat langsung hasil inovasi petani kita dan berbelanja produk berkualitas dengan harga terjangkau,” pungkasnya. (vr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *