Rp18 Miliar Dana Bantuan Segarkan Ekonomi Kuningan, BNI Dorong Integrasi ke Koperasi dan UMKM

KARTINI – Tambahan alokasi 15.557 penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Kuningan bukan hanya soal perlindungan sosial, tetapi juga peluang untuk menggerakkan roda ekonomi daerah.

Kepala Cabang BNI Kuningan, Luki Perdana, menyebut distribusi bantuan yang sedang berlangsung setara dengan perputaran dana sekitar Rp18 miliar, di luar anggaran existing senilai Rp50 miliar yang sudah berjalan. Menurutnya, besarnya nilai ini akan langsung bersentuhan dengan pasar lokal, khususnya sektor pangan.

“Selain untuk pemenuhan kebutuhan dasar, ke depan distribusi bantuan ini akan terintegrasi dengan koperasi lokal. Jadi penerima manfaat bukan hanya konsumen, tapi juga anggota koperasi. Skema ini akan memberi nilai tambah dengan menggerakkan UMKM pangan daerah,” jelas Luki di sela launching pendistribusian Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Kecamatan Ciawigebang, Jumat (26/9/2025).

Menurutnya, sistem ini akan menciptakan sirkulasi ekonomi yang lebih sehat. Dana bantuan tidak hanya berhenti pada konsumsi, melainkan berputar kembali ke usaha kecil dan menengah di desa. “Jika koperasi dan UMKM lokal dilibatkan, maka multiplier effect dari bantuan sosial akan lebih terasa,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., mengingatkan agar penerima manfaat menggunakan dana sesuai kebutuhan dasar dan tidak disalahgunakan, apalagi untuk judi online. Ia juga mendorong masyarakat untuk menyisihkan sebagian dana bantuan sebagai modal usaha kecil agar mampu keluar dari lingkaran kemiskinan.

Dengan jumlah penerima manfaat yang terus bertambah dan strategi integrasi dengan koperasi, program bantuan ini diharapkan tidak hanya menjadi penopang hidup sementara, tetapi juga motor pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. (vr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *