Desa Cijagamulya, 36 Jadi Simbol Gotong Royong dan Cinta Budaya
KARTINI (Kuningan) — Bukan sekadar perayaan tahunan, Hari Jadi ke-39 Desa Cijagamulya pada Sabtu (11/10/2025) menjadi momentum kebangkitan semangat warga dalam membangun desa secara mandiri dan menjaga nilai-nilai budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Dengan mengusung tema “Guyub Rukun Sauyunan Pikeun Ngawangun Desa”, perayaan tahun ini menggambarkan kekompakan warga yang terlibat aktif dalam berbagai kegiatan, mulai dari doa bersama, pameran UMKM, hingga karnaval budaya.
Semangat gotong royong terasa nyata, terutama dalam partisipasi masyarakat yang menyiapkan seluruh rangkaian acara dengan swadaya.

Salah seorang warga, Euis (45), mengatakan bahwa perayaan hari jadi bukan hanya untuk bersenang-senang, tetapi juga menjadi wadah memperkuat kebersamaan.
“Kami bangga bisa menampilkan kesenian daerah sendiri. Anak-anak muda juga ikut menari dan memakai busana adat. Ini bukti kalau budaya kita masih hidup,” ujarnya.
Kegiatan puncak berupa Karnaval Budaya menjadi magnet utama. Beragam atraksi kesenian tradisional seperti tari topeng, musik calung, dan pawai kostum etnik menampilkan kekayaan budaya Sunda yang menjadi ciri khas Desa Cijagamulya.

Kehadiran Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, dalam acara tersebut turut memperkuat pesan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat desa. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya gotong royong dan kolaborasi dalam mewujudkan desa mandiri dan berdaya saing.
Selain apresiasi terhadap pelestarian budaya, Pemerintah Kabupaten Kuningan juga memberikan dukungan nyata berupa bantuan bibit ikan lele dan material bangunan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi dan pembangunan fasilitas desa.
Hari Jadi ke-39 ini menjadi bukti bahwa kekuatan Desa Cijagamulya tidak hanya terletak pada sumber daya alamnya, tetapi juga pada semangat warganya yang guyub, rukun, dan mencintai tanah kelahirannya. (vr)










