Pemkab Kuningan Siapkan Beasiswa untuk 5.000 Santri, Harus Melek Digital dan Berdaya Saing Global
KARTINI (Kuningan) – Suasana halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kuningan tampak berbeda dari biasanya. Rabu pagi (22/10/2025), ribuan peserta memenuhi lapangan dengan pakaian khas santri—sarung, baju koko, dan peci hitam. Aroma religius dan semangat kebangsaan berpadu dalam upacara Peringatan Hari Santri Nasional yang berlangsung khidmat.
Upacara kali ini tak sekadar seremoni tahunan. Di hadapan ribuan peserta, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. menyampaikan pesan mendalam tentang makna santri di era modern. Ia menegaskan, Hari Santri bukan hanya mengenang perjuangan masa lalu, tetapi menjadi pengingat bahwa peran santri tetap relevan di masa kini—bahkan semakin vital dalam menghadapi tantangan global.
“Santri hari ini harus kuat secara spiritual, tapi juga tangguh menghadapi perubahan zaman,” ujarnya dalam amanat upacara. “Santri masa kini harus melek digital, inovatif, kreatif, dan berdaya saing global, dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.”

Beasiswa untuk 5.000 Santri
Momen peringatan tersebut menjadi lebih istimewa ketika Bupati Dian mengumumkan program besar: beasiswa bagi 5.000 santri hingga tahun 2029. Program ini, katanya, merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan pendidikan keagamaan di Kuningan.
“Mulai tahun anggaran 2026, kami akan menggelontorkan beasiswa untuk 1.250 santri setiap tahun,” ungkapnya disambut tepuk tangan peserta upacara.
Menurut Bupati Dian, beasiswa ini bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk mencetak generasi santri yang unggul di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan sosial. “Kami ingin santri Kuningan tidak hanya kuat dalam akidah dan akhlak, tetapi juga menjadi pelopor inovasi dan pembangunan,” tambahnya.
Program beasiswa tersebut dirancang untuk mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari santri di pondok pesantren hingga mahasiswa yang berstatus santri aktif. Pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga pendidikan Islam untuk memastikan penyaluran beasiswa berjalan transparan dan tepat sasaran.
Dukungan bagi Guru Ngaji dan Pesantren
Tak berhenti di situ, Bupati Dian juga menyampaikan kabar baik bagi para pendidik agama dan pengasuh pesantren. Pemerintah Kabupaten Kuningan, katanya, akan terus melanjutkan program insentif bagi guru ngaji dan imam musala, serta meningkatkan fasilitas dasar di lingkungan pesantren.
“Pemkab berkomitmen menyediakan air bersih dan sanitasi bagi 100 pondok pesantren di wilayah Kuningan,” ujarnya. “Semua ini bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan Kuningan Melesat — Kuningan yang religius, maju, dan berdaya saing.”

Program tersebut mendapat apresiasi dari para peserta upacara, terutama kalangan guru dan santri. Salah satunya, Ustazah Siti Nurjanah, pengajar di salah satu pesantren di Kecamatan Jalaksana, menilai langkah itu sangat membantu. “Bagi kami, perhatian pemerintah seperti ini menjadi semangat baru. Karena selama ini, perjuangan guru ngaji sering tidak terlihat, padahal perannya sangat penting membentuk karakter anak bangsa,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Bupati Dian juga menyinggung pentingnya santri untuk beradaptasi dengan dunia digital. Menurutnya, pondok pesantren kini bukan lagi tempat belajar kitab kuning semata, melainkan juga pusat inovasi yang mampu menjawab tantangan zaman.
“Era digital membawa peluang besar bagi santri. Mereka bisa berdakwah melalui media sosial, mengembangkan ekonomi syariah, bahkan membangun start-up berbasis nilai-nilai Islam,” katanya optimistis.
Ia berharap, para santri Kuningan dapat menjadi contoh generasi muda yang tidak gagap teknologi, namun tetap berpegang teguh pada nilai moral dan spiritual. “Itulah kekuatan santri—mereka memadukan ilmu, iman, dan akhlak,” tambahnya.
Upacara Hari Santri Nasional di Kuningan ditutup dengan atraksi bela diri dari PSNU Pagar Nusa dan barisan Banser yang memukau penonton. Sorak dan tepuk tangan menggema, menandai semangat kebersamaan yang kuat di antara ribuan peserta.
Melalui peringatan ini, Bupati Dian berharap masyarakat semakin memahami bahwa santri bukan sekadar bagian dari masa lalu, tetapi fondasi masa depan bangsa.
“Dulu santri berjuang dengan bambu runcing. Kini mereka berjuang dengan ilmu dan teknologi,” tuturnya. “Kami yakin, santri Kuningan akan terus menjadi pelopor peradaban, menghadirkan Islam rahmatan lil ‘alamin dan menjaga persatuan bangsa.”
Dengan berbagai program pendidikan dan pemberdayaan, Kabupaten Kuningan menegaskan diri sebagai daerah yang memberi ruang besar bagi tumbuhnya generasi santri yang unggul—santri yang tidak hanya pandai mengaji, tetapi juga siap memimpin dan berinovasi bagi kemajuan Indonesia. (vr)










