Kepergian Ayahanda Bupati Kuningan Jadi Momen Pengingat Warisan Pendidikan dan Keteladanan Sosial

KARTINI (Kuningan) – Kabar wafatnya Drs. H. Sukardi Kartapermata Bin Kartasaid, ayahanda Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Kamis (27/11/2025), bukan hanya membawa duka bagi keluarga besar almarhum. Lebih dari itu, kepergiannya menjadi pengingat luas mengenai jejak pengabdian seorang tokoh pendidik yang selama hidupnya menanamkan nilai pelayanan dan kepemimpinan di Kabupaten Kuningan.
Almarhum berpulang di usia 92 tahun.

Sosoknya dikenal akrab di kalangan masyarakat, pelajar, hingga tokoh publik. Ia bukan hanya seorang pendidik, melainkan juga pembina yang berperan melahirkan kader-kader pemimpin dari masa ke masa. Riwayat hidupnya menunjukkan perjalanan panjang dalam dunia pendidikan: mulai dari kepala sekolah di berbagai SMA negeri hingga menjadi pengawas SMA Provinsi Jawa Barat.

Prosesi penghormatan terakhir dihadiri para kerabat, sahabat, pejabat daerah, dan warga yang ingin memberikan doa terakhir. Suasana haru menyelimuti rumah duka sebelum almarhum dimakamkan di Pemakaman Umum Kelurahan Ciporang.

Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, H. Yayan Sofyan, yang hadir dalam takziah mengatakan kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi masyarakat pendidikan di Kuningan. “Beliau kembali ke hadirat Allah dengan tenang. Semoga semua amal kebaikannya diterima dan almarhum ditempatkan pada tempat terbaik,” ucapnya.

Doa dan kenangan juga mengalir dari masyarakat melalui berbagai kanal media sosial. Banyak yang mengenang almarhum sebagai sosok dengan pemikiran tajam, ramah, dan tak pernah berhenti memberi nasihat bagi generasi muda. Pesan-pesan duka disampaikan warganet sebagai bentuk penghormatan terhadap figur yang dianggap sebagai teladan kesederhanaan dan keilmuan.

Kepergian ini terasa makin menyentuh karena belum lama sebelumnya, pada momentum Hari Ayah, Bupati Kuningan menayangkan rangkaian dokumentasi perjalanan hidup bersama sang ayah—sebuah memori yang kini menjadi pengingat abadi tentang kasih sayang dan teladan keluarga. Dalam video tersebut terselip pesan sederhana yang kini terasa penuh makna: “Terima kasih Ayah, Engkau Selalu Menjagaku.”

Drs. H. Sukardi Kartapermata meninggalkan rekam jejak panjang dalam pendidikan, organisasi, hingga kiprah sosial. Warisannya tidak hanya tercatat dalam jabatan yang pernah diemban, tetapi dalam nilai yang telah ia tanamkan kepada masyarakat: bahwa pendidikan adalah jalan untuk membangun manusia dan peradaban.

Kepergian almarhum meninggalkan pesan kuat bagi masyarakat Kuningan bahwa pengabdian tidak berhenti pada masa jabatan, melainkan hidup bertahun-tahun setelahnya melalui karya dan keteladanan. Semoga semua doa yang dipanjatkan menjadi penerang perjalanan almarhum di sisi Allah SWT. (vr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *