Istana Pasir dan Perempuan Berkerudung Sutra Ungu
Penulis : Vera Verawati
Sepasang anak manusia bertelanjang kaki, menikmati hangat mentari yang tersenyum dengan semburat merah saga. Burung-burung berseru riang, sesekali meliuk berburu isi perut. Angin berhembus mendamaikan api yang sempat melahap dada penuh amarah.
Bayang jiwa dan tubuh yang bertarung saling mengalahkan, meruntuhkan segenap penyangga keyakinan, akankah kedua kaki dan segumpal hati kuat bertahan. Tiba-tiba langkah berhenti, memilih sejenak rehat, dalam sunyi berdialog.
“Engku, berkenankah kita membangun istana?”
Perempuan cantik berkerudung sutra ungu, duduk memainkan pasir. Perlahan dibangunnya sebuah istana. Disebutkannya setiap bagian yang dibangun, bibirnya selalu bergaris senyum nan lembut, matanya berbinar seperti kerlip kejora, pipinya merona bak apel ranum. Gemas, rasa ingin menyentuh bagi sesiapa memandangnya.
Engku duduk tak jauh darinya, pandangannya selalu tertuju pada pantai, riak yang tenang seperti tidak meninggalkan jejak, tentang badai besar menghantam perahunya. Sepasang telinganya mendengarkan diksi-diksi mimpi, yang disenandungkan kerudung sutra ungu.
Taman-taman bunga, kamar dengan jendela lebar menghadap matahari terbit. Ruang baca dengan deretan sastra indah dan sepasang ayunan tempat melambungkan sejenak lelah perjalanan panjang.
“Betapa indah istana pasir itu, dik.”
“Iya,indah sekali,” jawabnya dengan gerimis yang mulai merambati rona pipinya.
Waktu seperti memusuhi keduanya, siang yang terik menegur agar beranjak. Seperti perahu di sudut sana, yang perlahan membawa pergi. Kisah layar yang robek dan berhasil dijahit keikhlasan. Serta cerita istana pasir yang kembali sirna digerus ombak. Biarlah jadi catatan rahasia Sang Samudera.
“Berulang, aku bangunkan istana pasir, berulang pula dihancurkan ombak.”
Tidak perlu lagi berbalik, perempuan itu berjalan pasti. Pasrah pada takdirNya. Dadanya terlatih melepaskan. Karena ia tahu, yang ingin tinggal membersamai, akan tahu caranya menghargai dengan hati.
Pondok Kata, 12 Januari 2026










