Respons Cepat Diskatan Lindungi Sawah Petani Windujanten dari Serangan Kresek

KARTINI (Kuningan) — Kekhawatiran petani padi di Desa Windujanten, Kecamatan Kadugede, akibat serangan penyakit kresek atau Bacterial Leaf Blight (BLB) mendapat respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Kuningan. Melalui Brigade Proteksi Tanaman, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) turun langsung melakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) OPT pada Selasa (3/2/2026).

Pengendalian dilakukan pada lahan seluas 10 hektare milik Kelompok Tani Sri Dewi 3 yang mulai menunjukkan gejala serangan BLB. Langkah ini dilakukan untuk mencegah meluasnya serangan yang berpotensi menurunkan produktivitas dan mengancam pendapatan petani.

Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., yang hadir langsung di lokasi, menegaskan bahwa kecepatan penanganan menjadi faktor kunci dalam pengendalian OPT. Menurutnya, keterlambatan penanganan dapat berdampak besar terhadap hasil panen.

“Begitu ada laporan dari petani, kami langsung tindak lanjuti. Pengendalian OPT tidak bisa menunggu karena siklus serangannya cepat dan bisa menyebar ke hamparan lain,” ujar Wahyu.

Dalam pelaksanaan Gerdal, Diskatan menggunakan metode penyemprotan berbasis teknologi drone untuk memastikan pengendalian berjalan efektif dan merata. Selain mempercepat pekerjaan di lapangan, metode ini juga dinilai lebih ringan dari sisi biaya bagi petani.

Tak hanya fokus pada pengendalian serangan, Wahyu juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog dengan petani. Ia menekankan pentingnya pengamatan rutin tanaman dan penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) agar serangan OPT dapat dicegah sejak dini.

“Petani adalah garda terdepan. Jika pengamatan dilakukan rutin dan dilaporkan lebih awal, kami bisa bertindak lebih cepat dan kerugian bisa ditekan,” jelasnya.

Pada hari yang sama, Diskatan juga melaksanakan pengendalian OPT secara serentak di beberapa kecamatan lain di Kabupaten Kuningan, menyesuaikan dengan jenis organisme pengganggu yang dilaporkan petani, mulai dari wereng batang cokelat hingga hama tikus.

Langkah pengendalian yang dilakukan secara paralel ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas produksi padi. Diskatan memastikan pemantauan lanjutan akan terus dilakukan oleh Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) guna memastikan hasil pengendalian optimal dan mencegah serangan berulang.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam melindungi petani, menjaga hasil panen, serta memperkuat ketahanan pangan daerah. (vr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *