CFD Dihentikan Selama Ramadan, Pelaku UMKM Kuningan Diminta Siap Cari Alternatif
KARTINI (Kuningan) – Keputusan Pemerintah Kabupaten Kuningan menghentikan sementara kegiatan Car Free Day (CFD) selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi menuai beragam tanggapan, khususnya dari pelaku UMKM yang selama ini menggantungkan penghasilan pada kegiatan tersebut.
Kebijakan penghentian CFD itu tertuang dalam Surat Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Nomor 500/87/PEREKONOMIAN/2026 tertanggal 13 Februari 2026 yang ditandatangani Sekda Kuningan, U. Kusmana. Dalam surat tersebut disebutkan, pelaksanaan CFD ditiadakan mulai 22 Februari hingga 15 Maret 2026.
Selama ini, CFD bukan hanya menjadi ruang olahraga dan rekreasi warga, tetapi juga wadah ekonomi bagi pedagang kecil, komunitas kreatif, hingga pelaku usaha kuliner rumahan. Dengan penghentian sementara ini, sejumlah pedagang mengaku perlu memutar strategi agar roda usaha tetap berjalan di tengah momentum Ramadan.
Seorang pelaku UMKM yang rutin berjualan setiap CFD menyebutkan bahwa momen akhir pekan biasanya menjadi waktu paling produktif untuk meraih omzet. “Kalau CFD libur hampir sebulan, tentu ada penurunan pemasukan. Kami berharap ada solusi atau ruang alternatif yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah menyatakan kebijakan ini diambil demi menjaga kekhidmatan ibadah Ramadan serta menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi masyarakat yang menjalankan puasa. Surat pemberitahuan juga telah disampaikan kepada sejumlah perangkat daerah dan unsur terkait guna memastikan kebijakan berjalan tertib.
Meski bersifat sementara, penghentian CFD menjadi pengingat bahwa kegiatan publik memiliki dampak luas, tidak hanya pada aspek sosial tetapi juga ekonomi masyarakat kecil. Para pelaku usaha kini dihadapkan pada tantangan untuk beradaptasi, baik dengan beralih ke penjualan daring, membuka lapak di lokasi berbeda, maupun memanfaatkan momentum pasar takjil yang biasanya ramai selama Ramadan.
CFD direncanakan kembali berjalan normal setelah Ramadan berakhir. Hingga saat itu, pelaku UMKM berharap ada komunikasi lanjutan atau kebijakan pendukung agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap terjaga selama bulan suci berlangsung. (vr)










