Produktivitas Padi Cikaso Anjlok, Pemkab Kuningan Gempur Endemi Wereng Hijau

KARTINI (Kuningan) – Lahan pertanian di Desa Cikaso, Kecamatan Kramatmulya, tengah menghadapi tantangan serius. Meski memiliki hamparan sawah yang luas, produktivitas padi di wilayah tersebut dilaporkan mengalami penurunan signifikan akibat serangan hama wereng daun hijau.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) menggelar Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) di lahan seluas 20 hektare pada Jumat (17/4/2026).

Kepala Desa Cikaso Hidayat, SE., M.Si mengungkapkan fakta mengkhawatirkan mengenai kondisi pertanian di wilayahnya. Dari total 107 hektare lahan pertanian yang ada, produktivitas saat ini hanya mencapai 5 hingga 6 kuintal per 100 bata (1.400 meter persegi).

“Ini menunjukkan terjadinya penurunan produktivitas hasil panen. Salah satu penyebab utamanya adalah endemi virus dari hama wereng tersebut,” ujar Kepala Desa Cikaso.

Ia menyampaikan apresiasi atas langkah cepat jajaran dinas, PPL, dan POPT yang langsung terjun ke lapangan. Selain bantuan teknis, petani juga mendapatkan bantuan obat pembasmi (pestisida) secara gratis untuk menekan biaya produksi yang kian membengkak akibat hama.

Ada pemandangan berbeda dalam penanganan kali ini. Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., memilih pendekatan humanis dengan duduk lesehan di pematang sawah bersama para petani. Langkah ini diambil untuk mendengarkan langsung keluhan serta memberikan edukasi mengenai Pengendalian Hama Terpadu (PHT).

“Wereng daun hijau ini hama strategis. Jika tidak dikendalikan dengan prinsip tepat jenis dan tepat dosis, kerugian bisa mencapai 30 hingga 100 persen atau puso,” tegas Wahyu.

Dalam aksi penyemprotan serentak tersebut, pemerintah menekankan beberapa poin krusial untuk memulihkan produktivitas Cikaso:

  • Pola Tanam Serempak: Memutus siklus hidup hama dalam satu hamparan.
  • Pemanfaatan Musuh Alami: Menjaga ekosistem agar populasi hama terkendali secara alami.
  • Sanitasi Lahan: Menghilangkan sisa-sisa tanaman yang terinfeksi virus.

Pemerintah Desa Cikaso berharap pengawasan dari dinas terkait terus dilakukan secara berkelanjutan, mengingat luasnya lahan yang harus dijaga. Dengan adanya gerakan ini, diharapkan tren penurunan hasil panen dapat segera berbalik, sehingga ketahanan pangan di tingkat desa maupun daerah kembali stabil. (vr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *