TBM Gugah Maca Gelar Workshop Literasi Sains Atasi Limbah Organik dengan Maggot BSF

KARTINI (Kuningan) – TBM Gugah Maca kembali menghadirkan ruang belajar yang membumi dan berdampak melalui workshop literasi sains bertajuk “Kelola Sampah, Jalani Peran Khalifah.” Kegiatan ini dilakasanakan pada Minggu (3/5/2026). Mengangkat solusi sederhana namun aplikatif dalam mengatasi limbah organik, yakni melalui budidaya maggot BSF (Black Soldier Fly).

Workshop ini diikuti oleh 16 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, ibu rumah tangga, pengusaha kuliner, hingga pengelola bank sampah. Keberagaman ini menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun ekosistem belajar yang kolaboratif.

Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga langsung praktik di setiap fase kehidupan maggot BSF. Dari telur, larva, proses penguraian sampah organik, hingga bermetamorfosis menjadi lalat dan menghasilkan telur kembali.

“Seru banget, kami diajak praktik langsung di setiap fase hidup maggot BSF. Kami di sini benar-benar belajar dari nol. Dan kami akan mencoba membuat budidaya maggot di kampus kami,” ujar Rizki, perwakilan BEM Uniku.

Founder Gugah Maca, Kang Way, menyampaikan bahwa workshop ini bukan sekadar kegiatan edukasi, tetapi langkah awal membangun perubahan.

“Workshop pertama ini justru bagian paling mahal. Memulai sesuatu hal baik itu butuh keberanian. Sebelumnya kami sudah belajar, mempraktikkan, sampai merasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa kesempurnaan bukan syarat untuk memulai.

“Bukan nunggu perfect baru mulai, tapi practice makes perfect,” sambungnya.

Kegiatan ini turut didukung oleh Forum TBM Kuningan, Mucize Papier, dan DT Peduli Kuningan sebagai bagian dari kolaborasi dalam mendorong gerakan literasi dan kepedulian lingkungan di masyarakat.

Sebagai penutup, Kang Way mengingatkan bahwa perubahan besar tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Justru dari tempat dan fasilitas yang sederhana, ketika dimaksimalkan dengan kesungguhan, bisa melahirkan dampak yang luas.

Langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten diyakini menjadi awal dari perubahan nyata, untuk kebaikan yang lebih besar sejalan dengan jargonnya, Gugah Bumi Indonesia.

Workshop ini pun menjadi langkah awal Gugah Maca dalam menghadirkan literasi yang tidak hanya berhenti pada pemahaman, tetapi berlanjut pada praktik nyata, mengubah ilmu menjadi aksi, dan berinovasi memberi solusi. (vr)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *