Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Berita/Tekan Inflasi Iduladha, Pemkab Kuningan Intervensi Harga Pangan di 6 Kecamatan
BeritaSosial Ekonomi

Tekan Inflasi Iduladha, Pemkab Kuningan Intervensi Harga Pangan di 6 Kecamatan

By admin_kartini
Mei 22, 2026
0

KARTINI (Kuningan) – Lonjakan harga sejumlah komoditas pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha 2026 memaksa warga Kabupaten Kuningan memutar otak demi menjaga dapur tetap ngebul. Merespons situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan mengambil langkah agresif dengan melakukan intervensi pasar secara langsung.

Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) bertajuk “DIRAHMATI” (Diskon Harga Hemat Tahan Inflasi), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) menggelontorkan berton-ton bahan pokok dengan harga di bawah standar pasar.

Langkah ini diambil menyusul melambungnya harga kebutuhan pokok di tingkat konsumen per 21 Mei 2026. Di pasar tradisional, harga cabai rawit merah telah menembus Rp75.000 hingga Rp80.000 per kilogram, bawang merah menyentuh Rp45.000 per kilogram, dan daging sapi bertahan di angka Rp135.000 hingga Rp140.000 per kilogram.

Memasuki hari keempat pelaksanaan, Kamis (21/5/2026), antusiasme warga tak terbendung. Empat desa di empat kecamatan, yakni Jalatrang (Cilebak), Bangunjaya (Subang), Pancalang (Pancalang), dan Ciangir (Cibingbing) menjadi sasaran serbuan warga yang berburu pasokan pangan murah. Rata-rata komoditas seperti beras subsidi habis terserap dalam waktu singkat.

Bagaimana tidak, selisih harga yang ditawarkan pemerintah daerah dinilai sangat signifikan bagi kantong masyarakat. Sebagai perbandingan:

  • Beras Premium: Harga pasar Rp14.500/kg $\rightarrow$ GPM Rp12.000/kg (Hemat Rp2.500)
  • Bawang Merah: Harga pasar Rp45.000/kg $\rightarrow$ GPM Rp35.000/kg (Hemat Rp10.000)
  • Cabai Rawit Merah: Harga pasar Rp80.000/kg $\rightarrow$ GPM Rp60.000/kg (Hemat Rp20.000)
  • Daging Sapi: Harga pasar Rp140.000/kg $\rightarrow$ GPM Rp125.000/kg (Hemat Rp15.000)

Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh pasif dan sekadar berpangku tangan melihat gejolak harga di pasar yang membebani masyarakat.

“Pemerintah harus hadir lebih cepat sebelum gejolak harga terjadi. Kami memilih intervensi langsung di lapangan agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap pangan pokok dengan harga yang wajar,” ujar Dian. Menurutnya, stabilitas ekonomi daerah hanya bisa kuat jika daya beli masyarakat di akar rumput tetap terjaga.

Senada dengan hal itu, Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, SH., M.Kn., saat memantau langsung di Desa Bangunjaya, menyebut tingginya animo warga menjadi bukti riil bahwa program ini adalah penyelamat instan bagi pemenuhan gizi keluarga menjelang hari raya.

Sementara itu, Kepala Diskatan Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menjelaskan bahwa distribusi logistik pangan ini dirancang berbasis data kebutuhan riil di tiap wilayah. Setiap titiknya, pemerintah memasok sedikitnya 4,3 ton beras dan 1.000 liter minyak goreng, di luar komoditas pelengkap seperti telur, daging ayam, dan sayuran.

Operasi pasar murah ini dipastikan belum berakhir. Bagi warga yang belum kebagian, Pemkab Kuningan akan melanjutkan GPM DIRAHMATI hingga 23 Mei 2026, dengan menyasar dua lokasi pamungkas yaitu Desa Citapen (Kecamatan Hantara) dan Desa Linggasana (Kecamatan Cilimus). (vr)**

Tags:

DIRAHMATIInflasiKadiskatan KuninganProgram
Author

admin_kartini

Other Articles
Previous

Quotes Hari Ini

person holding red umbrella standing on wet road
Next

Janji Para Pemuja Hujan

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho