person holding red umbrella standing on wet road

Janji Para Pemuja Hujan

KARTINI (Prosa) – Nyaris dua tahun, tidak pernah lagi kau temui. Lampu-lampu jalan tertawa, dia sedang mengejekmu yang memilih terus berdiri memegang payung di ujung persimpangan, dan menunggunya membawa kabar baik dari sekedar warna abu-abu. Namun, malang. Lampu-lampu jalan itu semakin terkekeh saja.

Keramaian keluarga laron yang berpesta mendapati bola lampu telah berganti. Kemarin, salah satu bola matanya terluka hingga membuatnya berdarah dan padam. Beruntung, seorang pedagang gorengan telah menggantinya dengan yang baru.

“Betapa menyenangkan bermandi cahaya,” ujar mereka.

Seraya meneruskan pestanya, mengitari lampu-lampu jalanan. Makin sempurna saja, ketika gerimis perlahan turun. Rinai itu seperti butiran rindu yang tak terhitung, kecil tapi tak terbilang membasahi setiap pori dedaunan, mengendap hingga nanti fajar tiba.

Tidak untuk hilang, melainkan untuk kembali turun semakin deras. Seperti hujan-hujan di Bulan Desember, menggaungkan pesan cinta pada pucuk cemara dan kantong ajaib yang dikirim kereta Sinter Klaus. Seperti damai suara adzan dan senja yang merah dikala Magrib berkumandang.

Kini, kau kembali ke sini, ke taman ini.

“Untuk apa, kau datang lagi,” tanya malam padamu yang berdiri masih dengan payung di tangan.

Apakah untuk memamerkan keteguhanmu bersamanya, sedang kau pernah berjanji untuk tak ingin terluka lagi. Makin tergelak saja lampu jalanan tertawa, puas terpingkal melihat kelucuan buku putih yang disebut kesetiaan.

Dan

Kau masih berdiri dengan payung di tangan, di persimpangan menunggunya. Sedang dia yang kau puja, bahkan tak juga memberimu pertanda, ke kiri atau ke kanan. Kini, lonceng-lonceng berdenting dari kejauhan.

Menghitung mundur, lima, empat, tiga, dua, satu. Kau, masih berdiri di sana, menantinya menjemputmu dan menuntunmu pada satu arah.

Kuningan, 22 Mei 2026

Tentang Penulis :
Vera Verawati perempuan yang senang menikmati kata-kata, dan bercengkrama dengan anak manusia dari berbagai genre usia. Aktif di TBM Pondok Kata RZ dan tercatat sebagi Ketua Forum TBM Kuningan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *