Jaga Nilai Leluhur di Era Modern, Warga Kuningan Diajak Gemakan Tradisi Babarit hingga Seba Sapton

KARTINI (Kuningan) — Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan tahun 2026 menjadi ajang refleksi penting untuk memperkuat akar budaya dan kepedulian lingkungan. Melalui Surat Edaran Nomor 400.14.1.1/27/PROKOMPIM/2026, Pemerintah Kabupaten Kuningan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak melupakan jati diri daerah di tengah arus modernisasi.

Pesan tersebut tecermin kuat dalam tema Hari Jadi ke-528 Kuningan, “Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi”, yang bersanding dengan tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan lingkungan tempat tinggal, masyarakat diimbau menggelar kerja bakti massal, menjaga kebersihan wilayah, serta menghias ruang publik dengan identitas visual resmi sejak 1 Agustus hingga 12 September 2026. Langkah ini menjadi wujud nyata gotong royong yang telah lama menjadi pilar kehidupan warga Kuningan.

Tak hanya aksi kebersihan, penguatan kearifan lokal juga diwujudkan melalui deretan agenda kebudayaan dan spiritual. Rangkaian peringatan menghadirkan kembali ritual tradisi seperti Seba Sapton dan Babarit, doa bersama dalam Istighosah, Haul Syekh Maulana Akbar, hingga puncak panggung kebudayaan rakyat melalui Karnaval Budaya.

Di tengah ruang perayaan budaya tersebut, nilai-nilai kebangsaan tetap dijaga secara khidmat. Pada Detik-Detik Proklamasi tanggal 17 Agustus 2026 pukul 10.17–10.20 WIB, seluruh warga diimbau menghentikan sejenak aktivitasnya selama tiga menit guna memberikan penghormatan mendalam kepada jasa para pahlawan.

Melalui perpaduan aksi menjaga lingkungan dan pelestarian tradisi leluhur, perayaan tahun ini diharapkan mampu memperkokoh karakter masyarakat Kuningan agar tetap teguh berakar pada nilai lokal saat melangkah maju menghadapi tantangan zaman. (vr)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *