Kuningan Siap Guncang Liga 4, Dukungan Warga Jadi Energi Utama untuk Pesik
KARTINI (Kuningan) – Antusiasme masyarakat Kabupaten Kuningan semakin memuncak menjelang kick-off Liga 4 Seri 1 Tahun 2025. Bukan hanya karena tim kebanggaan mereka, Pesik Kuningan, akan tampil, tetapi juga karena Kuningan mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Round 1 wilayah Ciayumajakuning. Penunjukan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah yang dikenal memiliki tradisi sepak bola kuat di Jawa Barat.
“Menjadi tuan rumah bukan hanya soal fasilitas, tapi juga soal semangat. Kami ingin menunjukkan bahwa Kuningan siap menjadi pusat sepak bola regional,” ungkap Sujono, Manajer Pesik Kuningan, Rabu (29/10/2025).
Persiapan tim pun dilakukan secara serius. Dengan dukungan penuh dari PT Pesona Linggarjati Kuningan (PLK) selaku sponsor utama, manajemen melakukan pembenahan di semua lini — mulai dari struktur kepelatihan, manajemen, hingga komposisi pemain.
Dari total 26 pemain yang didaftarkan, tujuh di antaranya merupakan talenta asli Kuningan yang ditemukan lewat ajang Bupati Cup 2025. Nama-nama seperti Rio, Rafi, Zia, Gian, Nano, Jaka, dan Jimmy diharapkan menjadi simbol kebangkitan sepak bola lokal.
Untuk memperkuat skuad, Pesik juga mendatangkan pemain berpengalaman, termasuk dua mantan pemain Liga 1, Mahadirga Lasut dan Mohamad Arozi. Sementara posisi pelatih dipercayakan kepada Dian Octo, pelatih berlisensi A AFC yang dinilai mampu membangun karakter kompetitif tim.
Sebagai tuan rumah, Pesik akan melakoni tiga laga penting di Stadion Mashud Wisnusaputra Kuningan: melawan Persema Majalengka (Sabtu, 1 November 2025), Al Jabar Cirebon (Senin, 3 November 2025), dan Persindra Indramayu (Rabu, 5 November 2025).
Sujono berharap dukungan masyarakat menjadi kekuatan tambahan di setiap pertandingan. “Kami percaya, sorakan dan semangat warga Kuningan akan jadi energi besar bagi para pemain. Inilah momen bagi kita semua untuk menunjukkan kebanggaan sebagai orang Kuningan,” ujarnya.
Dengan semangat gotong royong antara tim, sponsor, dan masyarakat, Kuningan tak sekadar menjadi tuan rumah Liga 4 — tetapi juga menjadi simbol kebangkitan sepak bola daerah yang berakar dari dukungan rakyatnya sendiri. (vr)










