man in black suit jacket standing beside black chair

Rapat Terakhir

Oleh : Vera Verawati

Pukul delapan pagi, ruang rapat di lantai 15 sudah penuh aroma kopi mahal dan bisik-bisik yang tak bisa disembunyikan. Ratna, Direktur Utama PT Samudra Raya, melangkah masuk dengan langkah tenang. Gaun abu-abu sederhananya kontras dengan tatapan tajam para pria berjas di sekeliling meja oval.

“Bu Ratna,” suara Herman, Komisaris Utama, terdengar berat tapi berpura-pura ramah.

“Kami… sudah mempertimbangkan dengan matang. Dewan merasa perusahaan membutuhkan arah baru.”

Kata “arah baru” terdengar seperti pisau yang diasah dengan sopan. Ratna menatap satu per satu wajah mereka — orang-orang yang dulu menepuk pundaknya saat ia berhasil membawa perusahaan itu dari ambang bangkrut menjadi pemain besar. Ia tahu ini bukan soal kinerja. Ini soal politik — soal bagaimana ia menolak proyek tambang yang dititipkan anak pejabat, dan bagaimana ia tak mau menutup mata terhadap suap yang dibungkus “sponsor CSR.”

“Jadi, kalian ingin saya mengundurkan diri,” katanya datar.

“Lebih baik begitu, Bu,” timpal Herman.

“Demi nama baik Perusahaan,” lanjutnya.

Ruangan hening. Ratna tersenyum kecil, mengangguk.

“Baik. Kalau itu keputusan dewan, saya terima.”

Ia menandatangani surat pengunduran diri di hadapan mereka, menatap tinta hitam yang baru mengering, lalu berdiri.


“Terima kasih. Semoga arah baru kalian membawa kemajuan.”

Tak ada yang berani menatap matanya ketika ia pergi. Seminggu kemudian, headline koran bisnis nasional menulis besar-besar:

“PT Samudra Raya Diakusisi oleh Grup Tirtajaya — CEO Baru: Ratna Adiningrum.”

Para mantan koleganya membaca dengan wajah pucat. Ratna muncul di layar televisi, mengenakan setelan hitam elegan, tersenyum ke kamera.

“Grup Tirtajaya baru saja menyelesaikan akuisisi 60% saham Samudra Raya,” katanya tenang.


“Tujuan kami sederhana — membersihkan perusahaan dari kepentingan politik dan mengembalikan integritasnya.”

Di belakang layar, Herman membanting cangkir kopinya. Ia baru tahu — beberapa bulan sebelum pemecatannya, Ratna diam-diam membeli saham melalui anak perusahaannya sendiri. Dan kini, perempuan yang mereka paksa mundur adalah … atasan baru mereka.

Kuningan, 3 November 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *