Tiga Atlet Disabilitas Asal Kuningan, Mengangkat Merah Putih Lewat Empat Emas ASEAN Para Games 2026

KARTINI (Kuningan) – Kabupaten Kuningan kembali menorehkan jejak penting di panggung olahraga internasional. Melalui tiga atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), daerah ini menyumbangkan empat medali emas bagi Indonesia pada ajang ASEAN Para Games ke-13 Tahun 2026 di Nakhon Ratchasima, Thailand.

Capaian tersebut bukan sekadar soal angka medali. Dari wilayah yang kerap dipandang sebagai daerah dengan keterbatasan fasilitas olahraga, lahir prestasi yang mampu bersaing dengan negara-negara Asia Tenggara. Tiga atlet Kuningan membuktikan bahwa konsistensi pembinaan dan ketekunan atlet mampu menembus batas geografis dan keterbatasan fisik.

Nama Dheva Anrimusthi menjadi sorotan utama di cabang para bulu tangkis kelas SU5. Ia tampil dominan dengan meraih dua medali emas, termasuk kemenangan penting atas atlet Malaysia, Cheah Liek Hou, pada partai final tunggal putra. Pertandingan tersebut menjadi simbol kematangan mental Dheva yang kini semakin kokoh di level regional.

Di cabang para angkat berat, Hilman Wilastra menunjukkan kekuatan luar biasa. Angkatan terbaik 167 kilogram pada kelas 54 kg putra memastikan emas bagi Indonesia. Angka tersebut bukan hanya mengungguli para pesaingnya, tetapi juga mencerminkan disiplin latihan dan perhitungan teknis yang matang selama persiapan.

Sementara itu, Insan Nurhaida melengkapi torehan emas melalui nomor lari 400 meter putri klasifikasi T36. Dengan ritme lari yang stabil dan fokus hingga garis finis, Insan menegaskan kapasitasnya sebagai salah satu sprinter andalan Indonesia di nomor yang menuntut ketahanan fisik tinggi.

Ketua NPCI Kabupaten Kuningan, Wibawa Gumbira, S.Sos., M.Pd., menilai prestasi ini lahir dari proses panjang pembinaan atlet di daerah. “Ini membuktikan bahwa pembinaan berbasis daerah, meski dengan keterbatasan, tetap bisa menghasilkan prestasi internasional jika dijalankan secara fokus dan berkelanjutan,” ujarnya.

ASEAN Para Games 2026 yang berlangsung pada 20–26 Januari 2026 diikuti oleh 10 negara Asia Tenggara. Indonesia menutup ajang ini sebagai runner-up klasemen akhir, sekaligus melampaui target medali emas yang ditetapkan pemerintah pusat. Kontribusi empat emas dari Kuningan menjadi bagian penting dari pencapaian tersebut.

Keberhasilan ini tidak hanya mengangkat nama Kabupaten Kuningan, tetapi juga memperkuat posisi daerah dalam peta olahraga disabilitas nasional. Torehan emas di Thailand menjadi modal berharga dalam menatap agenda pembinaan dan kompetisi berikutnya, termasuk Peparda Jawa Barat 2026.

Di balik sorak sorai podium, prestasi para atlet Kuningan menyampaikan pesan kuat: dari daerah yang bekerja dalam senyap, lahir kontribusi nyata untuk Indonesia. (vr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *