Penutupan Galian C Hentikan Nafkah Ratusan Warga Cileuleuy, Pemerintah Janjikan Solusi Transisi

KARTINI (Kuningan) – Penutupan aktivitas galian C di Desa Cileuleuy, Kabupaten Kuningan, tidak hanya menghentikan kegiatan penambangan, tetapi juga memutus sumber penghidupan ratusan warga yang selama puluhan tahun bergantung pada sektor tersebut. Menyikapi kondisi itu, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si turun langsung ke lokasi untuk mendengar keluhan masyarakat dan memastikan adanya perlindungan bagi warga terdampak, Rabu (4/2/2026).

Aktivitas galian diketahui telah disegel oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena dinilai tidak memiliki izin. Dampaknya, para pekerja—mulai dari penambang, sopir angkutan material, hingga ibu-ibu pemecah batu—terpaksa menghentikan aktivitas yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi keluarga.

“Ini bukan sekadar soal penutupan lokasi, tapi soal keberlangsungan hidup masyarakat. Saya datang untuk mendengar langsung dan mencari jalan keluar,” ujar Bupati Dian saat berdialog dengan warga.

Ia menjelaskan bahwa penutupan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, Pemkab Kuningan tidak tinggal diam. Bupati mengaku telah berkoordinasi langsung dengan Gubernur Jawa Barat agar dampak sosial akibat kebijakan tersebut dapat diminimalkan.

Menurut Bupati, Gubernur Jawa Barat menginstruksikan agar dilakukan pendataan menyeluruh terhadap warga terdampak sebagai dasar penyusunan program bantuan dan transisi ekonomi. Pemprov juga membuka peluang alih profesi, disertai pemberian upah pengganti selama masa peralihan.

“Solusi yang disiapkan adalah alih profesi. Selama satu sampai dua tahun, masyarakat akan mendapat upah pengganti dengan kegiatan pemeliharaan lahan dan penghijauan,” jelasnya.

Meski menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aturan lingkungan, Bupati Dian menyatakan komitmennya untuk mengawal agar kepentingan masyarakat tetap diperhatikan. Hasil dialog dengan warga, lanjutnya, akan segera disampaikan ke Pemprov Jawa Barat untuk memperoleh kepastian kebijakan.

Sementara itu, sejumlah warga mengungkapkan kegelisahan mereka. Banyak di antara mereka mengaku tidak memiliki keahlian lain di luar sektor galian, sehingga penutupan ini menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya pengangguran dan kesulitan ekonomi.

Camat Cigugur, Yono Rahmansyah, S.STP., melaporkan bahwa pendataan awal mencatat sekitar 150 orang terdampak langsung dari penutupan tersebut. Pendataan lanjutan masih terus dilakukan agar program bantuan dapat tepat sasaran.

Dalam kunjungannya, Bupati Kuningan didampingi Sekretaris Daerah serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait yang akan mengawal proses pendataan, koordinasi dengan Pemprov Jawa Barat, dan pelaksanaan program transisi bagi masyarakat Desa Cileuleuy. (vr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *