Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Berita/Bentengi Produksi Padi, Petani dan Pemkab Kuningan Serbu Sarang Tikus di Desa Bakom
BeritaSosial Ekonomi

Bentengi Produksi Padi, Petani dan Pemkab Kuningan Serbu Sarang Tikus di Desa Bakom

By admin_kartini
April 15, 2026
0

KARTINI (Kuningan) – Puluhan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Tunas Mandiri 1, Desa Bakom, Kecamatan Darma, melakukan aksi “gerilya” massal untuk memburu hama tikus sawah (Rattus argentiventer), Sabtu (11/4/2026). Langkah ini diambil guna menyelamatkan sedikitnya 15 hektare lahan padi yang terancam rusak akibat serangan hama pengerat tersebut.

Kegiatan bertajuk Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) ini dilakukan secara serentak. Para petani didampingi langsung oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan beserta tim Brigade Proteksi Tanaman.

Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menegaskan bahwa kekompakan petani adalah kunci utama dalam memerangi hama tikus. Menurutnya, pengendalian yang dilakukan secara parsial atau sendiri-sendiri tidak akan efektif karena tikus memiliki mobilitas dan daya reproduksi yang sangat tinggi.

“Serangan tikus adalah ancaman nyata bagi ketahanan pangan kita. Pengendalian harus dilakukan serentak dalam satu hamparan agar siklus hidupnya benar-benar terputus,” ujar Wahyu saat memimpin aksi di lapangan.

Wahyu menjelaskan, aksi turun lapangan ini merupakan respon cepat pemerintah daerah setelah menerima aduan dari masyarakat mengenai adanya peningkatan populasi tikus di wilayah Darma. Tim ahli dan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) segera dikerahkan untuk melakukan identifikasi dan tindakan teknis.

Dalam aksi tersebut, Diskatan juga menyalurkan bantuan bantuan rodentisida dan alat pengemposan sarang. Tak hanya bantuan fisik, para petani juga diberikan edukasi mengenai strategi pengendalian terpadu yang ramah lingkungan, mulai dari pembersihan sanitasi lahan hingga pemanfaatan musuh alami.

Di lokasi yang sama, para petani menyambut baik langkah taktis ini. Kehadiran pemerintah di tengah sawah dinilai memberikan rasa aman bagi mereka yang khawatir akan potensi gagal panen atau puso.

“Kami terbantu dengan adanya arahan teknis dan bantuan obat. Kalau dikerjakan bersama-sama seperti ini, kami lebih optimis padi bisa selamat sampai panen nanti,” ungkap salah seorang anggota kelompok tani.

Kabupaten Kuningan terus berupaya menjaga stabilitas produksi padi sebagai komoditas strategis. Melalui sinergi antara kesigapan petugas dan kemandirian petani, pemda menargetkan dampak kerusakan akibat serangan hama dapat ditekan hingga titik terendah demi menjaga stok pangan daerah tetap aman. (vr)

Tags:

Desa BakomHama TikusKadiskatan Kuningan
Author

admin_kartini

Other Articles
Previous

Akselerasi Literasi, Disarsipus Kuningan Gelar Sosialisasi IPLM dan Pemutakhiran Data TBM

Next

Lawan Inflasi dari Dapur, Perempuan Kuningan Disulap Jadi ‘Pahlawan Ekonomi’ Lewat Pekarangan

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho