Tuah Mantan Manajer di Sriwedari, Ketika Kehadiran Bupati Dian Bakar Mental Juara PESIK Kuningan
KARTINI (Solo) — Ada pemandangan menarik di balik drama lolosnya PESIK Kuningan ke partai puncak Liga 4 Piala Presiden 2026. Keberhasilan mereka menundukkan PSN Ngada lewat adu penalti 5-4 di Stadion Sriwedari, Solo, Selasa (8/7/2026), tampaknya tidak bisa dilepaskan dari “tuah magis” yang hadir langsung di tribun penonton.
Bukan sekadar rombongan pejabat biasa, kehadiran Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., terbukti menjadi suntikan mental yang krusial saat kondisi tim sempat kritis.
Pertandingan baru berjalan empat menit ketika lini pertahanan PESIK Kuningan dikejutkan oleh gol cepat PSN Ngada. Tertinggal 0-1 di laga sekrusial semifinal kompetisi nasional bisa saja meruntuhkan mental tim mana pun. Namun, skuad asuhan PESIK menunjukkan reaksi berbeda. Mereka tetap tenang, meningkatkan intensitas serangan, hingga akhirnya Muhamad Arozi menyamakan kedudukan di menit ke-22.

Ketenangan ini bukan tanpa alasan. Sebelum laga dimulai, Bupati Dian—yang didampingi Wabup Tuti Andriani dan Sekda U Kusmana—menyempatkan diri masuk ke ruang ganti untuk memberikan motivasi.
Bagi para pemain, Dian Rachmat Yanuar bukan sekadar kepala daerah yang datang untuk seremonial. Beliau adalah mantan Manajer PESIK Kuningan yang paham betul DNA dan tekanan yang dirasakan tim di dalam lapangan.
Setelah skor 1-1 bertahan hingga waktu normal habis, laga harus ditentukan lewat babak adu penalti yang penuh tekanan. Di sinilah mental juara PESIK Kuningan benar-benar diuji. Di bawah tatapan langsung sang mantan manajer dari tribun Sriwedari, para algojo PESIK tampil tanpa cela. Lima eksekutor menunaikan tugasnya dengan dingin untuk mengunci kemenangan 5-4.

“Selamat kepada tim pelatih dan seluruh pemain atas keberhasilan lolos ke final. Terus jaga sportivitas, satukan tekad, dan berjuang memberikan yang terbaik,” ujar Bupati Dian usai laga dengan emosional.
Dengan kemenangan dramatis ini, PESIK Kuningan kini menapakkan kaki di babak final untuk menghadapi Pasuruan United. Menariknya, Pasuruan United juga lolos ke partai puncak dengan skenario yang sama: memenangkan laga semifinal melalui adu penalti.
Kini, PESIK Kuningan tinggal selangkah lagi untuk mengangkat trofi Liga 4 Piala Presiden 2026. Dan bagi masyarakat Kuningan, keberadaan sosok Bupati Dian yang mengawal langsung tim dari pinggir lapangan di Solo, menjadi sinyal kuat bahwa impian membawa pulang trofi juara ke tanah Kuningan bukan lagi sekadar angan-angan. (vr)**










