Penetapan Logo Hari Jadi Kuningan ke-528 Patok Standar Baru Transparansi dan Partisipasi Publik
KARTINI (Kuningan) – Pemerintah Kabupaten Kuningan resmi menetapkan Logo 01 karya Ligar Fajar Maulana sebagai identitas visual Hari Jadi ke-528 Kuningan Tahun 2026. Berbeda dari penetapan simbol daerah pada era sebelumnya yang sering kali berlangsung tertutup atau formalistis, proses pemilihan kali ini memamerkan mekanisme berbasis kurasi profesional yang dipadu dengan pelibatan warga.
Kerja sama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bersama Dewan Kebudayaan dan Ekraf Kuningan ini menerapkan skema pembobotan ketat: 60 persen penilaian panelis lintas disiplin dan 40 persen dari Public Online Voting. Koordinator Kegiatan, Azhar N. Ahdiyat, menegaskan bahwa skema ini dirancang untuk mencegah ajang tersebut bergeser menjadi sekadar “kontes popularitas” tanpa bobot estetika dan filosofi yang matang.
Hasilnya, Logo 01 melenggang mulus setelah mengantongi nilai akhir 92,56, mengungguli Logo 03 (71,55) dan Logo 02 (64,31). Dari total 821 suara sah publik pada voting 20–22 Juli 2026, Logo 01 mendominasi dengan perolehan 57,1 persen suara.
“Mekanisme ini menjaga keseimbangan antara kualitas konseptual dan penerimaan publik,” tegas Azhar.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan sekaligus Ketua Panitia Hari Jadi, U. Kusmana, menilai model partisipatif ini sebagai bukti bahwa tata kelola kegiatan daerah kini berani tampil transparan dan akuntabel. Pendekatan ini berhasil mengubah cara pandang masyarakat terhadap pembuatan logo daerah—bukan lagi proyek tertutup di balik meja pejabat, melainkan produk kolaborasi publik dan kreator lokal.
Namun, pengakuan atas transparansi proses ini membawa konsekuensi berikutnya. Tantangan sesungguhnya bagi Pemkab Kuningan kini bergeser pada implementasi, mampukah logo terpilih ini benar-benar diposisikan sebagai aset visual yang berdampak nyata bagi penguatan ekonomi kreatif dan branding daerah, atau berhenti sebagai sekadar hiasan spanduk seremonial tahunan? (vr)**










