Cetak Generasi Multibahasa dan Cerdas Budaya, Aksi Nyata KKN UM Kuningan Lewat ‘Kelas Ceria 3 Bahasa’

KARTINI (Kuningan) — Dalam upaya mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di pedesaan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kuningan meluncurkan program inovatif bertajuk “Kelas Ceria 3 Bahasa” di Desa Jamberama. Yang dimulai pada Minggu (2/8/2026).

Program pembelajaran rutin yang digelar setiap hari Minggu ini dirancang untuk mengasah kemampuan berbahasa anak-anak secara bertahap. Tak sekadar mengajar, para mahasiswa memadukan tiga bahasa sekaligus dalam satu wadah edukatif. Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional, Bahasa Arab untuk menunjang pemahaman keagamaan, serta Bahasa Sunda guna melestarikan identitas budaya lokal.

Metode yang diterapkan mengusung konsep learning by playing—pembelajaran yang dikemas melalui permainan interaktif, bernyanyi bersama, praktik percakapan sederhana, dan kerja kelompok. Pendekatan ini terbukti ampuh menciptakan suasana belajar yang menyenangkan tanpa tekanan.

Di awali dengan sesi pengenalan dan pembentukan kedekatan, anak-anak diajak membangun rasa percaya diri. Pada sesi-sesi berikutnya, peserta diajarkan pengenalan kosakata harian bahasa Inggris, huruf hijaiyah serta frasa dasar bahasa Arab, hingga tutur kata bahasa Sunda sehari-hari.

Antusiasme peserta terpancar sepanjang kegiatan. Anak-anak tidak hanya pasif menyimak, tetapi juga aktif mencoba mengucapkan kosakata baru dan berani tampil di depan teman-temannya.

Keceriaan tersebut dirasakan langsung oleh salah satu peserta kegiatan, Laras (12), yang mengaku selalu menantikan hari Minggu untuk belajar bersama para mahasiswa KKN.

“Belajarnya seru banget, tidak membosankan karena ada lagunya dan banyak game. Dulu Laras takut kalau bicara bahasa Inggris atau bahasa Arab, tapi sekarang jadi makin percaya diri dan paham banyak kata baru. Apalagi Kakak-kakak KKN-nya ramah dan baik,” ujar Laras  dengan wajah berseri-seri.

Tim KKN Universitas Muhammadiyah Kuningan berharap keberlanjutan program “Kelas Ceria 3 Bahasa” ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi tumbuh kembang anak-anak Desa Jamberama. Selain meningkatkan kecerdasan linguistik dan rasa percaya diri dalam berkomunikasi, program ini diharapkan mampu menanamkan sikap bangga terhadap budaya daerah sekaligus siap menghadapi tantangan global sejak dini. (vr)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *