Skip to content
-
Berlangganan buletin kami & jangan pernah ketinggalan postingan terbaik kami. Berlangganan Sekarang!
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

Kartini Kuningan Kartini Kuningan Kartini Kuningan

Phalosa Inspiratif

  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
  • Home
  • Berita
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Seni & Budaya
  • Kuliner
  • Opini
  • Profil
  • Wisata
  • Roman
  • Quotes
  • Tentang Kami
Close

Search

  • Facebook
  • instagram
  • Tiktok
  • youtube
Home/Berita/Ancaman Puso di Depan Mata, Petani Kuningan Dilarang Nekat Tanam Padi Saat Puncak Kemarau
BeritaSosial Ekonomi

Ancaman Puso di Depan Mata, Petani Kuningan Dilarang Nekat Tanam Padi Saat Puncak Kemarau

By admin_kartini
Agustus 5, 2026
0

KARTINI (Kuningan) — Ancaman gagal panen total (puso) membayangi sektor pertanian di Kabupaten Kuningan seiring masuknya puncak musim kemarau pada Agustus ini. Pemerintah Daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) melayangkan peringatan keras kepada para petani agar tidak nekat menanam padi, khususnya di wilayah tadah hujan dan area minim sumber air.

Prakiraan BMKG menunjukkan puncak kemarau tahun ini jauh lebih kering dari biasanya. Kondisi ini menempatkan kawasan pertanian di Kuningan dalam status rawan kekeringan ekstrem.

Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menegaskan bahwa memaksakan menanam padi tanpa pasokan air yang terjamin sama saja dengan menjemput kerugian besar. Petani didorong untuk bersikap rasional dengan segera beralih ke tanaman palawija yang lebih tahan kering.

“Jangan memaksakan menanam padi apabila sumber air tidak mencukupi. Risiko puso akan jauh lebih besar apabila tanaman tidak memperoleh pasokan air yang cukup selama masa pertumbuhan,” tegas Wahyu, Selasa (4/8/2026).

Sebagai langkah darurat bagi lahan padi yang sudah terlanjur tertanam, Pemkab Kuningan menyiapkan bantuan pinjaman pompa air bagi kelompok tani melalui UPTD Pertanian dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan.

Meski begitu, fasilitas pompa air tetap terbatas. Diskatan menegaskan bahwa kunci utama keselamatan produksi pertanian saat ini ada pada kedisiplinan petani dalam menghemat air, merawat saluran irigasi, serta keberanian mengubah pola tanam ke komoditas alternatif seperti jagung, kedelai, atau ubi kayu sebelum krisis air makin memburuk. (vr)**

Tags:

Kadiskatan KuninganKemarauPuso
Author

admin_kartini

Other Articles
Previous

Cetak Generasi Multibahasa dan Cerdas Budaya, Aksi Nyata KKN UM Kuningan Lewat ‘Kelas Ceria 3 Bahasa’

hand holding wallet with cards
Next

Quotes Hari Ini

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kartini Kuningan adalah media portal berita independen yang menghadirkan informasi tepercaya, aktual, dan mendalam seputar dinamika Kabupaten Kuningan hingga beragam peristiwa penting di tingkat nasional.

Mengusung slogan "Phalosa Inspiratif", kami berkomitmen menjadi ruang informasi yang tak hanya menceritakan fakta, tetapi juga memancarkan cahaya inspirasi (phalosa) bagi masyarakat. Kami percaya bahwa setiap berita, kisah lokal, dan dinamika daerah memiliki potensi untuk mengedukasi, menginspirasi, serta mendorong perubahan positif.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn
Copyright 2026 — Kartini Kuningan. All rights reserved. Theme By Derijck Nugroho