Buka Pusdiklat Capaskibraka 2026, Wabup Tuti, “Gagah di Lapangan, Teladan di Masyarakat”
KARTINI (Kuningan) — Pembentukan Calon Paskibraka (Capaskibraka) tidak boleh berhenti pada kerapian baris-berbaris atau kesempurnaan mengibarkan bendera. Di balik langkah tegap dan seragam Paskibraka, terdapat tanggung jawab besar untuk menyemai nilai kepemimpinan dan jiwa kebangsaan yang bertahan sepanjang hayat.
Pesan mendalam tersebut disampaikan Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, S.H., M.Kn. (Amih Tuti), saat memberikan pembekalan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dalam Pusdiklat Capaskibraka Kabupaten Kuningan Tahun 2026 di Wisma Permata Kuningan, Selasa (11/8/2026).
Di hadapan para putra-putri terbaik daerah, Amih Tuti menekankan bahwa masa pemusatan latihan selama 13 hari harus dimanfaatkan sebagai kawah candradimuka untuk memperkuat karakter diri, bukan sekadar mengejar penampilan fisik di lapangan upacara.
“Menjadi Paskibraka bukan sekadar gerakan baris-berbaris yang indah dipandang mata. Saat Sang Saka Merah Putih dikibarkan, kalian membawa simbol penghormatan seluruh masyarakat kepada para pahlawan bangsa,” ujar Amih Tuti.
Mengangkat tema “Desa Bahagia”, Wabup Tuti juga menanamkan pentingnya rasa kebersamaan dan nilai gotong royong khas masyarakat pedesaan Kuningan. Menurutnya, kebahagiaan sebuah tim tidak lahir dari persaingan yang saling menjatuhkan, melainkan dari rasa saling menguatkan dan berjalan bersama.
Selain itu, Amih Tuti mengingatkan tantangan generasi muda di era digital. Para Capaskibraka diharapkan bijak bermedia sosial, cerdas menyaring informasi, serta berani menolak paham radikalisme, intoleransi, dan hoaks yang dapat memecah belah persatuan.
Ia berharap, kelak setelah purna tugas, para Paskibraka tetap menjadi teladan yang menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.
“Jadilah duta kebangsaan yang tidak hanya gagah di lapangan upacara, tetapi juga berkarakter kuat dalam kehidupan sosial kemasyarakatan,” pungkas Amih Tuti. (vr)**










