Investor dan Diaspora Jadi Katalis, Kuningan Bangun Ekonomi Lewat Strategi Heptahelix

KARTINI – Kuningan kini menjadi sorotan baru bagi investor dan diaspora. Melalui strategi pembangunan heptahelix, daerah ini membuka ruang yang lebih luas bagi perantau dan pemilik modal untuk mengambil bagian dalam akselerasi pertumbuhan ekonomi.

Dr. AA. Ade Kadarisman, Founder sekaligus Ketua Adiluhung Indonesia, menilai kehadiran investor dan diaspora bukan hanya sebagai pelengkap, melainkan motor penting dalam mempercepat realisasi pembangunan. “Alhamdulillah, setelah presentasi yang kami fasilitasi, sudah ada dua perusahaan yang menyatakan minat berinvestasi. Ini bukti nyata bahwa potensi Kuningan mampu menarik perhatian ketika dikelola dengan strategi yang tepat,” ujarnya dalam program Dialog Cirebon Pagi Ini, Kamis (25/9/2025).

Diaspora juga disebut memiliki peran unik. Lewat program Kuningan Connection, para perantau diajak untuk kembali berkontribusi pada kampung halaman, baik melalui investasi, inovasi, maupun transfer pengetahuan. Menurut Ade, keterlibatan mereka menjadi jembatan antara kearifan lokal dengan jejaring global.

Konsep ini mendapatkan momentum ketika pemerintah daerah menyiapkan kawasan industri seluas 1.300 hektare di Kecamatan Cidahu dan Cimahi. Dengan proyeksi penyerapan ribuan tenaga kerja, peluang investasi dipandang sebagai solusi sosial sekaligus ekonomi.


Lebih jauh, strategi yang dikenal dengan Catur Rupa memperkuat daya tarik Kuningan di mata investor. Kombinasi keunggulan alam, budaya, dan kesiapan infrastruktur dipaketkan sebagai wajah baru daerah. “Inilah alasan mengapa kami optimis Kuningan bisa menjadi magnet investasi. Sinergi heptahelix membuka jalur kolaborasi yang lebih nyata,” tambah Ade.

Bagi para pelaku usaha dan diaspora, momentum ini bukan sekadar peluang bisnis, melainkan kontribusi langsung pada penurunan pengangguran, peningkatan daya beli, hingga pengentasan kemiskinan ekstrem. Kolaborasi lintas sektor pun dianggap sebagai kunci untuk mewujudkan masa depan Kuningan yang inklusif dan berkelanjutan. (vr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *