Merayakan Kata, Menjaga Suara di Bulan Bahasa
KARTINI – Bulan Bahasa dan Sastra yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober, tahun ini hadir membawa pesan yang mendalam: “Bahasa Indonesia Bermartabat, Indonesia Berdaulat.” Sebuah ingatan besar bahwa kedaulatan sebuah bangsa tidak sekadar diukur…
Jelaga Luka Nusantara
Kabar serupa awan gelap membahana Bergerak asap hitam merudapaksa paru-paru dunia Gambut subur berubah garang membara Sebongkah keserahan lenyapkan nurani manusia Gubuk-gubuk pencari kayu bakar lenyap seketika Cerita berganti banjir air mata Putik…
Drama Litera Kolosal
KARTINI – Bertebar slogan tertera, di akun-akun bergambar padi dan kapas. Semua tentang kesetaraan dan kesejahteraan. Seperti terbentang pada lambang bertubuh garuda, namun lupa pada sila berapa terbaca. Sebuah meja makan terpajang, kursi-kursi…
Puisi Vera Verawati
Buku Harian Tukang Becak Wajah-wajah lelah Tertidur di siang garang Tidak terhitung dikayuhnya harapan Menembus wajah kota yang kian tidak ramah Menyaksi deru mewah berkaki empat Tubuh rentanya berulang nyaris terlindas Dan dari celah kesombongan…
Rajah di Lengan Kiri
KARTINI (Cerpen) – Kabut turun perlahan dari lereng Gunung Ciremai ketika matahari baru saja menampakkan semburat keemasannya. Kabupaten Kuningan bangun dengan caranya sendiri; suara ayam bersahutan dari kampung-kampung, embusan angin membawa harum…
Janji Para Pemuja Hujan
KARTINI (Prosa) – Nyaris dua tahun, tidak pernah lagi kau temui. Lampu-lampu jalan tertawa, dia sedang mengejekmu yang memilih terus berdiri memegang payung di ujung persimpangan, dan menunggunya membawa kabar baik dari sekedar warna abu-abu.…
Ramadan Yatim (Panti Asuhan)
Puisi ditulis oleh : Vera Verawati (Ketua TBM Pondok Kata Rz dan Penulis) ayat-ayat memantul di dinding kamar wajah lugu bertarung dengan takdir bertanya jiwa di mana ayah bunda tubuh tergeletak tanpa jejak popok merah pembungkus darah denting waktu…
Catatan Sendu Ramadan Yatim Piatu
Oleh Vera Verawati Ramadan datang seperti angin yang mengetuk pelan jendela kenangan. Di antara gema takbir yang berpendar dari langit-langit musala, Nadhira berdiri bagai sebatang lilin kecil di tengah samuda kegelapan. Dahulu, suara ibunya adalah fajar…
Ketika Dunia Murka
Berpasang sayap diciptakan, menerka-nerka barangkali bahagia menyatu bersama udara yang disulap jadi pintalan kapas putih biru. Malang, kegelapan yang menjadi hujan dan badai menyapu seluruh asa. Tinggalkan puing-puing yang terapung bersama…
Sampul Hati Dalam Elegi Ve
Puisi berantai oleh Vera Verawati /1/ Inginku… Redam asa pada luas samudra Sekeping hati rapuh oleh rindu Asmara tergambar di lukisan kedua /2/ Seperti bunga Mekarnya ditunggu Harumnya di rindu Rekahnya mengundang cinta /3/…