man lying down on rickshaw

Puisi Vera Verawati

Buku Harian Tukang Becak

Wajah-wajah lelah

Tertidur di siang  garang

Tidak terhitung dikayuhnya harapan

Menembus wajah kota yang kian tidak ramah

Menyaksi deru mewah berkaki empat

Tubuh rentanya berulang nyaris terlindas

Dan dari celah kesombongan suara itu mengaum

“Woy, punya mata enggak?”

Bulan ini kembali tiba, pesta terlihat di mana-mana

Merah putih mendadak berkibar disepanjang janji kesejahteraan

Lelaki bertopi lusuh masih duduk menghitung kesadaran

Ketika sedari pagi hingga gelap tiba, tak juga ada yang kenan

Uh, dalam kecil ruang pikirnya

Bayang kerontang kurus tubuh istrinya menjelma

Terkapar menunggu remah penyambung nyawa

Sekedar menguatkan cinta yang menua

Lelaki itu memilih beranjak

Mengayuh putaran takdir

Biarkan kemerdekaan diteriakkan

Akan tetap dijumpainya

Perempuan manis berwajah Dewi Sartika

Sedang menanti sembari menjahit bendera

Tidak ada catatan perjalanan dalam hidupnya

Setiap episode terekam ditubuh kurus dan gelapnya

Satu dalam ingatan yang selalu dikenangnya

Becaknya tak segagah dulu, sebelum demo itu merenggut anak-anaknya.

Cirebon, 16 Agustus 2026


Bionarasi Penulis

Vera Verawati, perempuan berzodiak Aquarius ini senang menulis sejak remaja. karyanya mulai bisa dinikmati di MAding sekolah hingga sekarang. catatannya bisa dibaca diberbagai media online dan cetak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *