Perempuan Penggerak Kopi Hingga Menjadikan Sekarwangi Menggeliat
KARTINI – Kuningan, 23 Oktober 1990, lahirlah seorang anak perempuan yang kelak menjadi salah satu tokoh penting dalam dunia kopi Kabupaten Kuningan. Ia diberi nama Titi Nuryati, buah hati dari pasangan Emi dan Parman. Sejak kecil, Titi tumbuh besar di Desa Cibeureum, sebuah desa yang dikenal sebagai salah satu penghasil kopi robusta. Lingkungan itulah yang kemudian membentuk kedekatannya dengan kopi dan dunia pertanian.
Seiring perjalanan hidupnya, Titi menikah dengan Kang Eman, pria yang kemudian menjadi partner setia dalam kehidupan sekaligus perjuangan di dunia perkopian. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai dua orang anak. Bersama sang suami, Titi memutuskan untuk serius terjun dalam usaha pengolahan dan pemasaran kopi. Pada 11 November 2016, mereka mendirikan sebuah brand kopi bernama Sekarwangi, yang lahir dari semangat besar untuk mengangkat potensi kopi Cibeureum dan Kuningan pada umumnya.
Dari Rumah Kecil Hingga Menyatu Dengan Petani
Di rumah sederhana yang ia tinggali, sebagian ruang dialihfungsikan menjadi tempat produksi kopi. Dari situlah kopi bubuk Sekarwangi diproses, dikemas, dan dipasarkan. Bukan hanya kopi bubuk, Titi juga memasarkan biji kopi mentah hingga seduhan kopi siap minum. Baginya, kopi bukan hanya sekadar komoditas, melainkan jalan untuk membuka lapangan kerja dan menumbuhkan harapan bagi masyarakat sekitar.
Dedikasi Titi terhadap kopi tidak berhenti di balik meja produksi. Ia sering berkunjung ke kebun-kebun petani, baik di Cibeureum maupun ke daerah lain di Kabupaten Kuningan. Fokusnya tidak hanya pada pemasaran, tetapi juga pada budidaya kopi, pembibitan, hingga pengolahan pascapanen.
Perjalanan Titi sebagai perempuan penggerak kopi tidak luput dari prestasi, diantaranya, Sertifikat Barista BNSP (2022), Juara 3 Manajemen Bisnis Universitas Prasetiya Mulya (2022), Best Selling Product Universitas Prasetiya Mulya (2023), dan Juara 1 Pekarangan Pangan Lestari (KWT) Tingkat Kecamatan Cilimus (2023).
Membawa Kopi Kuningan ke Panggung Lebih Luas
Titi kerap mengikuti pameran kopi, baik di tingkat daerah maupun provinsi bahkan nasional. Baginya, keikutsertaan dalam pameran bukan semata mencari pasar, tetapi juga memperkenalkan bahwa Kabupaten Kuningan memiliki potensi kopi yang sangat besar. Ia ingin dunia tahu bahwa kopi Kuningan tidak kalah dengan kopi dari daerah lain di Indonesia.
Produk-produk kopi Sekarwangi hadir dalam berbagai varian untuk memenuhi selera penikmat kopi. Mulai dari biji kopi mentah (green bean) berkualitas, kopi bubuk murni yang siap diseduh, hingga varian kopi instan praktis yang cocok untuk gaya hidup modern. Setiap produk dikemas dengan rapi dan higienis, menggunakan desain kemasan yang menarik sehingga menambah nilai jual sekaligus menjaga cita rasa khas kopi Cibeureum. Kehadiran beragam varian ini menjadi bukti bahwa Sekarwangi tidak hanya menjual kopi, melainkan juga menawarkan pengalaman menikmati kopi dengan cara yang berbeda.
Keunggulan kopi Sekarwangi terletak pada proses pengolahan yang teliti, mulai dari pemilihan biji terbaik, penyangraian dengan suhu yang tepat, hingga penggilingan yang menghasilkan aroma harum dan cita rasa otentik. Bagi pecinta kopi hitam pekat, tersedia bubuk robusta dengan karakter rasa kuat dan beraroma khas. Sementara bagi konsumen yang ingin mencoba kepraktisan, kopi instan Sekarwangi menjadi pilihan tepat karena bisa disajikan kapan saja tanpa mengurangi kenikmatan rasa. Bahkan, kemasan premium seperti pouch dan pack ekonomis memberikan fleksibilitas bagi pembeli sesuai kebutuhan.
Lebih dari sekadar produk, kopi Sekarwangi adalah wujud nyata dari semangat kolektif petani kopi Cibeureum yang dipimpin Titi Nuryati. Setiap kemasan kopi yang sampai ke tangan konsumen membawa cerita perjuangan, pemberdayaan, serta cinta terhadap tanah Kuningan. Dengan kualitas terjaga dan inovasi berkelanjutan, Titi yakin bahwa kopi Sekarwangi mampu bersaing di pasar lokal, nasional, bahkan internasional. Inilah kopi yang lahir dari desa, namun bercita rasa dunia. (red) ***










