Keteguhan Keluarga Margabakti Hadapi Hemangioma Sang Buah Hati
KARTINI – Di sebuah rumah sederhana di Desa Margabakti, Kecamatan Kadugede, kisah perjuangan panjang seorang anak bernama Fazril Fatrurrohman (10 tahun 9 bulan) terus bergulir. Sejak usia dua bulan, Fazril harus berhadapan dengan penyakit tumor pembuluh darah (hemangioma) di area kelamin yang memerlukan serangkaian operasi besar.
Orangtuanya, Siti Patimah dan Zaenal Arifin, tidak pernah lelah berjuang. Meski terbatas secara ekonomi, mereka terus mengupayakan pengobatan anaknya. Sejak tahun 2022, Fazril telah menjalani empat kali operasi di RS Santosa Bandung. Prosesnya panjang, melelahkan, dan masih harus dilanjutkan dengan sekitar 10 kali operasi lagi.

“Kami hanya ingin anak kami sehat. Apa pun akan kami lakukan,” tutur Zaenal dengan mata berkaca-kaca.
Selama ini, biaya pengobatan ditopang dari berbagai sumber: dukungan pemerintah desa, uluran tangan masyarakat, hingga bantuan yayasan. Meski sudah tercatat sebagai peserta BPJS, perjalanan bolak-balik Bandung–Kuningan tetap menuntut ongkos besar, terutama transportasi dan kebutuhan sehari-hari.
Di tengah perjuangan tersebut, keluarga ini menerima perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kuningan. Bupati bersama jajaran perangkat daerah memberikan bantuan biaya pengobatan, transportasi, serta pemberdayaan ekonomi berupa 20 ekor ayam. Selain itu, rumah keluarga Fazril juga mendapat bantuan material atap untuk perbaikan.
Namun bagi Siti dan Zaenal, bantuan ini bukan sekadar materi. Lebih dari itu, mereka merasa tidak sendirian dalam perjuangan. “Kami sekeluarga berterima kasih. Doa dan dukungan semua orang membuat kami kuat untuk mendampingi Fazril,” kata Siti dengan suara lirih.
Kisah Fazril menjadi cerminan bahwa di balik setiap angka medis dan tindakan operasi, ada cinta orangtua yang tak pernah surut. Perjuangan panjangnya bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga tentang harapan, doa, dan solidaritas yang menguatkan langkah keluarga kecil di Margabakti ini. (vr)










