Kuningan Siap Tampil di Porsenitas 2025, Bukan Sekadar Laga tapi Diplomasi Budaya

KARTINI – Kabupaten Kuningan menatap Pekan Olahraga, Seni, dan Kreativitas Antar Daerah Perbatasan (Porsenitas) Kunci Bersama ke-XII di Kabupaten Indramayu, 7–11 Oktober 2025, bukan hanya sebagai ajang perebutan prestasi, tetapi juga sarana memperkuat jati diri daerah.

Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Panitia Persiapan Kontingen Kabupaten Kuningan yang digelar di Ruang Linggajati, Pendopo Kuningan, dipimpin langsung Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, S.H., M.Kn., bersama Pj. Sekda Kuningan sekaligus Ketua Kontingen, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si.

Dalam arahannya, Wabup Tuti menekankan bahwa Porsenitas merupakan wahana mempererat persaudaraan antar daerah Kunci Bersama. Menurutnya, keberhasilan Kuningan bukan sekadar dinilai dari medali, tetapi dari sikap santun, sportivitas, dan kerja sama tim.

“Nama besar Kuningan kita bawa bersama. Tunjukkan disiplin, jaga sikap, dan jadilah teladan, baik di arena pertandingan maupun saat berinteraksi dengan masyarakat tuan rumah,” pesan Tuti.


Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya menampilkan kekayaan budaya dan potensi ekonomi kreatif Kuningan. Ajang pameran produk unggulan disebut sebagai peluang strategis memperkenalkan karya UMKM lokal kepada daerah lain.

Senada, Pj. Sekda Wahyu Hidayah menekankan bahwa setiap unsur dalam kontingen memiliki peran vital. Mulai dari manajer, pelatih, hingga panitia diharapkan mampu menjaga soliditas dan semangat juang.

“Porsenitas adalah panggung kebersamaan, bukan hanya arena kompetisi. Dengan koordinasi yang baik, kita bisa tampil optimal sekaligus menjaga nama baik daerah,” ujarnya.

Tahun ini, Porsenitas akan mempertemukan kontingen dari sepuluh daerah anggota Kunci Bersama: Kuningan, Majalengka, Pangandaran, Indramayu, Cirebon, Ciamis, Brebes, Cilacap, Kota Cirebon, dan Kota Banjar. Selain cabang olahraga, kegiatan akan diramaikan dengan lomba seni dan pameran produk unggulan.

Dengan persiapan matang dan formasi tim yang solid, Kuningan menargetkan tampil maksimal, bukan semata mengejar juara, tetapi juga mengangkat marwah daerah sebagai kabupaten yang unggul dalam olahraga, kaya seni budaya, serta kokoh dalam potensi ekonomi kreatif. (vr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *